<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964</id><updated>2011-09-13T19:22:24.283+07:00</updated><title type='text'>Ruri Setiawan</title><subtitle type='html'>Semoga ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan, dan terutama bagi Ruri sendiri. Terima kasih.
Kritik dan saran bisa dikirimkan ke mabrur_1@yahoo.com atau bisa langsung di artikel tersebut.
Katakan hitam adalah hitam.
Katakan putih adalah putih.
Tiada kata jera dalam perjuangan.
Disinilah hikmah itu.
Disinilah petunjuk itu.
Nikmati keagungan perjuangan
dan keharuman pengorbanan.Semoga dapat memperberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-112528038774099864</id><published>2005-08-29T08:49:00.000+07:00</published><updated>2005-08-29T08:53:07.746+07:00</updated><title type='text'>Esensi Seorang Pahlawan</title><content type='html'>Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar,&lt;br /&gt;dalam sunyi yang panjang,&lt;br /&gt;sampai waktu mereka habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak harus dicatat didalam buku sejarah.&lt;br /&gt;Atau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.&lt;br /&gt;Mereka juga melakukan salah dan dosa.&lt;br /&gt;Mereka bukan malaikat.&lt;br /&gt;Mereka hanya manusia biasa yang berusaha memaksimalkan seluruh kemampuannya untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang disekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Anis Matta -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-112528038774099864?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/112528038774099864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=112528038774099864' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/112528038774099864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/112528038774099864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/08/esensi-seorang-pahlawan.html' title='Esensi Seorang Pahlawan'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111941299355921813</id><published>2005-06-22T23:10:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T11:07:03.230+07:00</updated><title type='text'>Prinsip Dasar Menghormati Alam</title><content type='html'>Sekali kebiasaan ini mendarah daging maka ini sama mudahnya dengan kebiasaan&lt;br /&gt;menggosok gigi saban hari. Sangat gampang. Melindungi alam sekitar menjadikan penghormatan terhadap alam.&lt;br /&gt;Sumber alam hayati kita ini bukannya tak akan ada habisnya dan sedikit yang antum lakukan sekarang akan bermanfaat untuk anak cucu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leave No Trace atau beranjak tanpa meninggalkan jejak berarti jika seseorang mengunjungi&lt;br /&gt;tempat yang baru saja anda tinggalkan, maka tidak ada bekas yang mengindikasikan antum pernah disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah petunjuk praktis untuk 'Leave No Trace' secara dasar dan mungkin antum telah melakukannya sebelumnya. Petunjuk ini hanya langkah awal. Selanjutnya andalah yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Travel dalam grup kecil&lt;br /&gt;Kegiatan massal cenderung susah untuk mengontrol aktivitas. Dengan jumlah kecil akan lebih mudah koordinasi. Jika dalam grup yang besar disarankan untuk membentuk grup2 kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Camping&lt;br /&gt;Dimanapun lokasi camping seharusnya bisa mewakili seluruh anggota. Di Maine Island Trail Association diterbitkan buku tentang berapa orang dalam grup yang diperbolehkan&lt;br /&gt;camping, juga memberikan peta lokasi untuk camping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan buang sampah sembarangan&lt;br /&gt;Ini sepertinya klise tapi berapa kali kita naik gunung melihat bekas pembungkus coklat atau tissue di jalanan. Hormatilah alam walaupun sampah itu bisa didaur ulang secara alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tetap berjalan di jalur trek&lt;br /&gt;Jalur trek dibuat dengan berbagai motif. Salah satunya adalah mengurangi pengaruh jejak manusia terhadap tanah. Jika terdapat kubangan di tengah trek dan kita terpaksa mengambil jalan memutar, maka pada dasarnya anda membuat jalur baru. Bukan saja mengakibatkan&lt;br /&gt;meningkatnya erosi pada tanah tapi lebih jauh membuat jalur makin berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membuat Api Unggun&lt;br /&gt;Janganlah membuat api unggun di kawasan camping yang melarang melakukannya. Bila perlu buat perencanaan dari awal tentang logistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sisa Makanan dan Buangan&lt;br /&gt;Musnahkan buangan dengan benar. Hormatilah larangan untuk buang air besar/kecil di suatu tempat. Perencanaan logistik dengan memilih menu yang akan dibawa adalah langkah yang&lt;br /&gt;bijaksana. Bila perlu bawa tas plastik zip lock untuk mengepak sisa makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Campinglah di lokasi tersedia&lt;br /&gt;Jangan camping di tempat yang dirasa tidak ada petunjuk camping. Bila perlu baca informasi lokasi2 yang bisa dilakukan camping misalnya karena dekat sumber air dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Buah Tangan&lt;br /&gt;Jangan mengambil batuan yang sebagai buah tangan. Juga jangan memetik bunga karena keindahannya. Tinggalkan semuanya seperti ketika anda melihatnya sehingga orang&lt;br /&gt;lain ikut menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Penutupan jalur&lt;br /&gt;Terkadang jalur trek ditutup dengan alasan perkembangan satwa atau tanaman. Janganlah nekad memasuki wilayah yang jelas-jelas terlarang tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bawalah alat-alat dengan benar&lt;br /&gt;Jika kita membawa peralatan yang benar seperti baju, sepatu, tenda dsb maka kecil kemungkinan kita akan menggunakan sumber alam. Jika ada alat yang hilang misalnya tongkat jalan/poles maka anda harus berimprovisasi mencarinya di hutan sekitar. Jika semua pendaki seperti antum, maka akan mempengaruhi cadangan pohon di wilayah tsb. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Mengerti Navigasi&lt;br /&gt;Jika kita hiking meninggalkan camp jangan mematahkan dahan pohon misalnya sebagai penunjuk jalan. Kalau hiking massal, usahakan dalam satu jalur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Hormati Vegetasi Setempat&lt;br /&gt;Ketika di jalur trek kita harus melihat vegetasi yang ada. Jika berjalan di Tundra maka ini bisa jadi antum menginjak tanaman yang sedang berkembang. Setiap jejak kaki bisa jadi membunuh tanaman. Berjalanlah dengan hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Jangan camping terlalu dekat dengan mata air&lt;br /&gt;Sebaiknya jangan camping sekitar 250ft (76 meter) dari sumber air (sungai, danau, kolam dsb)&lt;br /&gt;kecuali memang sudah disediakan campsite di lokasi. Ini untuk mencegah pencemaran air dan efek limbah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na'am, ini hanya sedikit yang bisa dilakukan. Jika antum makin terlibat dengan 'Leave No Trace', mungkin antum bisa memasukkan daftar selanjutnya yang masih dalam pendekatan tema yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ala kulli hal, tetap enjoy di kegiatan alam tanpa merusaknya. Tolong terapkan di MPKD ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111941299355921813?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111941299355921813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111941299355921813' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111941299355921813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111941299355921813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/06/prinsip-dasar-menghormati-alam.html' title='Prinsip Dasar Menghormati Alam'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111924630383485291</id><published>2005-06-22T22:48:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T10:37:25.860+07:00</updated><title type='text'>Site Tentang Lembaga Zakat</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.baitulmaal.net/index.php" target="_blank"&gt;http://www.baitulmaal.net/index.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dompetdhuafa.or.id" target="_blank"&gt;http://www.dompetdhuafa.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dpu-online.com" target="_blank"&gt;http://www.dpu-online.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/lazis" target="_blank"&gt;http://www.muhammadiyah.or.id/lazis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pkpu.or.id" target="_blank"&gt;http://www.pkpu.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.rumahzakat.org" target="_blank"&gt;http://www.rumahzakat.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ydsf.or.id" target="_blank"&gt;http://www.ydsf.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.m-zakat.com" target="_blank"&gt;http://www.m-zakat.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.baitulmaal.net/index.php" target="_blank"&gt;http://www.baitulmaal.net/index.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dompetdhuafa.or.id" target="_blank"&gt;http://www.dompetdhuafa.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dpu-online.com" target="_blank"&gt;http://www.dpu-online.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/lazis" target="_blank"&gt;http://www.muhammadiyah.or.id/lazis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pkpu.or.id" target="_blank"&gt;http://www.pkpu.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.rumahzakat.org" target="_blank"&gt;http://www.rumahzakat.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ydsf.or.id" target="_blank"&gt;http://www.ydsf.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.m-zakat.com/" target="_blank"&gt;http://www.m-zakat.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111924630383485291?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111924630383485291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111924630383485291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111924630383485291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111924630383485291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/06/site-tentang-lembaga-zakat.html' title='Site Tentang Lembaga Zakat'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111873174907204262</id><published>2005-06-22T22:47:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T10:36:23.683+07:00</updated><title type='text'>Generasi Ruhul Jadid Itu :</title><content type='html'>1. Hendaklah engkau memiliki wirid harian dari Kitabullah tidak kurang dari satu juz. Usahakan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tidak lebih dari sebulan dan tidak kurang dari tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hendaklah engkau membaca Al-Qur’an dengan baik, memperhatikannya dengan seksama, dan merenungkan artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hendaklah engkau mengkaji Sirah Nabi dan sejarah para generasi Salaf sesuai dengan waktu yang tersedia. Buku yang dirasa mencukupi kebutuhan ini minimal adalah buku Hummatul Islam. Hendaklah engkau juga banyak membaca hadits Rasulullah saw., minimal hafal empat puluh hadits; ditekankan untuk menghafal Al-Ar’bain An-Nawawiyah. Hendaklah engkau juga mengkaji risalah tentang pokok-pokok aqidah dan cabang-cabang fiqih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hendaklah engkau bersegera melakukan general check up secara berkala atau berobat, begitu penyakit terasa mengenaimu. Disamping itu perhatikanlah faktor-faktor penyebab kekuatan dan perlindungan tubuh, serta hindarilah faktor-faktor penyebab lemahnya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hendaklah engkau menjauhi sikap berlebihan dalam mengkonsumsi kopi, teh, dan minuman perangsang semisalnya. Janganlah engkau meminumnya kecuali dalam keadaan darurat dan hendaklah engkau menghindarkan diri sama sekali dari rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hendaklah engkau perhatikan urusan kebersihan dalam segala hal menyangkut tempat tinggal, pakaian, makanan, badan, dan tempat kerja, karena agama ini dibangun diatas dasar kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hendaklah engkau jujur dalam berkata dan jangan sekali-kali berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hendaklah engkau menepati janji; janganlah mengingkarinya, bagaimanapun kondisi yang engkau hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Hendaklah engkau menjadi seorang yang pemberani dan tahan uji. Keberanian yang paling utama adalah terus terang dalam mengatakan kebenaran, ketahanan menyimpan rahasia, berani mengakui kesalahan, adil terhadap diri sendiri, dan dapat menguasainya dalam keadaan marah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hendaklah engkau senantiasa bersikap tenang dan terkesan serius. Namun janganlah keseriusan itu menghalangimu dari canda yang benar, senyum, dan tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Hendaklah engkau memiliki rasa malu yang kuat, berperasaan yang sensitif, dan peka oleh kebaikan dan keburukan, yakni munculnya rasa bahagia untuk yang pertama dan rasa tersiksa untuk yang kedua. Hendaklah engkau juga bersikap rendah hati dengan tanpa menghinakan diri, tidak bersikap taklid, dan tidak terlalu berlunak hati. Hendaklah engkau juga menuntut – dari orang lain – yang lebih rendah dari martabatmu untuk mendapatkan martabatmu yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Hendaklah engkau bersikap adil dan benar dalam memutuskan suatu perkara dalam setiap situasi. Janganlah kemarahan melalaikanmu dari berbuat kebaikan, janganlah mata keridhaan engkau pejamkan dari perilaku yang buruk, janganlah permusuhan membuatmu lupa dari pengakuan jasa baik, dan hendaklah engkau berkata benar meskipun itu merugikanmu atau merugikan orang yang paling dekat denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hendaklah engkau menjadi pekerja keras dan terlatih dalam aktivitas sosial. Hendaklah engkau merasa bahagia jika dapat mempersembahkan bakti untuk orang lain, gemar membesuk orang sakit, membantu orang yang membutuhkan, menanggung orang yang lemah, meringankan beban orang yang tertimpa musibah meskipun hanya dengan kata-kata yang baik, Hendaklah engkau juga senantiasa bersegera untuk berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Hendaklah engkau berhati kasih, dermawan, toleran, pemaaf, lemah lembut kepada manusia maupun binatang, berperilaku baik dalam berhubungan dengan semua orang, menjaga etika-etika sosial Islam, menyayangi yang kecil dan menghormati yang besar, memberi tempat kepada orang lain dalam majelis, tidak memata-matai, tidak menggunjing, tidak mengumpat, meminta ijin jika masuk maupun keluar rumah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Hendaklah engkau pandai membaca dan menulis, memperbanyak muthala’ah terhadap risalah Ikhwan, koran, majalah, dan tulisan lainnya. Hendaklah engkau bangun perpustakaan khusus, seberapapun ukurannya; konsentrasilah terhadap spesifikasi keilmuan dan keahlianmu jika engkau seorang spesialis; dan kuasailah persoalan Islam secara umum yang dengannya dapat membangun persepsi yang baik untuk menjadi referensi bagi pemahaman terhadap tuntutan fikrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Hendaklah engkau memiliki proyek usaha ekonomi, betapapun engkau seorang kaya; utamakanlah proyek yang mandiri, betapapun kecilnya; dan cukupkanlah dengan apa yang ada pada dirimu, betapapun tingginya kapasitas keilmuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Janganlah engkau terlalu berharap untuk menjadi pegawai negeri dan jadikanlah ia sebagai sesempit-sempit pintu rezeki, namun jangan juga engkau tolak jika diberi peluang untuk itu. Janganlah engkau melepaskannya kecuali jika ia benar-benar bertentangan dengan tugas-tugas da’wahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Hendaklah engkau perhatikan penunaian tugas-tugasmu (bagaimana kecermatan dan kualitasnya), jangan menipu, dan tepatilah kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Hendaklah engkau penuhi hakmu dengan baik, penuhi hak-hak orang lain dengan sempurna tanpa dikurangi dan dilebihkan, dan janganlah menunda-nunda pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Hendaklah engkau menjauhkan diri dari judi dengan segala macamnya, apapun maksud dibaliknya. Hendaklah engkau juga menjauhi mata pencaharian yang haram, betapapun keuntungan besar yang ada dibaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Hendaklah engkau menjauhkan diri dari riba dalam setiap aktivitasmu dan sucikanlah ia sama sekali dari riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Hendaklah engkau memelihara kekayaan umat Islam secara umum dengan mendorong berkembangnya pabrik-pabrik dan proyek-proyek ekonomi islam. Engkaupun hendaklah menjaga setiap keping mata uang agar tidak jatuh ke tangan orang non-Islam dalam keadaan bagaimanapun. Janganlah makan dan berpakaian kecuali produk negeri Islammu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Hendaklah engkau memilki kontribusi finansial dalam da’wah, engkau tunaikan kewajiban zakatmu, dan jadikan sebagian dari hartamu itu untuk orang-orang yang meminta dan orang yang kekurangan, betapapun kecil penghasilanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Hendaklah engkau menyimpan sebagian dari penghasilanmu untuk persediaan masa-masa sulit, betapapun sedikit, dan jangan sekali-kali menyusahkan dirimu untuk mengejar kesmpurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Hendaklah engkau bekerja –semampu yang engkau lakukan- untuk menghidupkan tradisi Islam dan mematikan tradisi asing dalam setiap aspek kehidupanmu. Misalnya ucapan salam, bahasa, sejarah, pakaian, perabot rumah tangga, cara kerja dan istirahat, cara makan dan minum, cara datang dan pergi, serta gaya melampiaskan rasa suka dan duka. Hendaklah engkau menjaga sunnah dalam setiap aktivitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Hendaklah engkau memboikot peradilan setempat atau seluruh peradilan yang tidak Islami, demikian juga gelanggang-gelanggang, penerbitan-penerbitan, organisasi-organisasi, sekolah-sekolah, dan segenap institusi yang tidak mendukung fikrahmu secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah, mengingat akhirat, dan bersiap-siap untuk menjemputnya, mengambil jalan pintas untuk menuju ridha Allah dengan tekad yang kuat serta mendekatkan diri kepadaNya dengan ibadah sunnah, seperti shalat malam, puasa tiga hari –minimal- setiap bulan, memperbanyak dzikir (hati dan lisan), dan berusaha mengamalkan doa yang diajarkan pada setiap kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Hendaklah engkau bersuci dengan baik dan usahakan agar senantiasa dalam keadaan berwudhu (suci) disebagian besar waktumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Hendaklah engkau melakukan shalat dengan baik dan senantiasa tepat waktu dalam menunaikannya. Usahakan untuk senantiasa berjamaah di masjid jika itu mungkin dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Hendaklah engkau berpuasa Ramadhan dan berhaji dengan baik, jika engkau mampu melakukannya. Kerjakanlah sekarang juga jika engkau telah mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Hendaklah engkau senantiasa menyertai dirimu dengan niat jihad dan cinta mati syahid. Bersiaplah untuk itu kapan saja kesempatan untuk itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Hendaklah engkau senantiasa memperbaiki taubat dan istighfarmu. Berhati-hatilah terhadap dosa kecil, apalagi dosa besar. Sediakanlah –untuk dirimu- beberapa saat sebelum tidur untuk mengintrospeksi diri terhadap apa-apa yang telah engkau lakukan; yang baik maupun yang buruk. Perhatikan waktumu, karena waktu adalah kehidupan itu sendiri. Janganlah engkau pergunakan ia –sedikitpun- tanpa guna, dan janganlah engkau ceroboh terhadap hal-hal yang syubhat agar tidak jauth kedalam kubangan yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Hendaklah engkau berjuang meningkatkan kemampuanmu dengan sungguh-sungguh agar engkau dapat menerima tongkat kepemimpinan. Hendaklah engkau menundukkan pandanganmu, menekan emosimu, dan memotong habis selera-selera rendah dari jiwamu. Bawalah ia hanya untuk menggapai yang halal dan baik, serta hijabilah ia dari yang haram dalam keadaan bagaimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Hendaklah engkau menjauhi khamr dan seluruh makanan atau minuman yang memabukkan sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Hendaklah engkau menjauh dari pergaulan dengan orang jahat dan persahabatan dengan orang yang rusak, serta jauhilah tempat-tempat maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Hendaklah engkau perangi tempat-tempat iseng, jangan sekali-kali mendekatinya, serta jauhilah gaya hidup mewah dan bersantai-santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Hendaklah engkau mengetahui anggota katibahmu satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap, dan kenalkanlah dirimu kepada mereka dengan selengkap-lengkapnya. Tunaikanlah hak-hak ukhuwah mereka dengan seutuhnya; hak kasih sayang, penghargaan, pertolongan, dan itsar. Hendaklah engkau senantiasa hadir di majelis mereka, tidak absen kecuali karena udzur darurat, dan pegang teguhlah sikap itsar dalam pergaulanmu dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Hendaklah engkau hindari hubungan dengan organisasi atau jamaah apapun, sekiranya hubungan itu tidak membawa maslahat bagi fikrahmu, terutama jika diperintahkan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Hendaklah engkau menyebarkan da’wahmu dimanapun dan memberi informasi kepada pemimpin tentang segala kondisi ynag melingkupimu. Janganlah engkau berbuat sesuatu yang berdampak strategis kecuali dengan seijinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Hendaklah engkau senantiasa menjalin hubungan, baik secara ruhani maupun secara ‘amali, dengan jamaah dan menempatkan dirimu sebagai “tentara yang berada di tangsi yang tengah menanti instruksi komandan”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111873174907204262?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111873174907204262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111873174907204262' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111873174907204262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111873174907204262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/06/generasi-ruhul-jadid-itu.html' title='Generasi Ruhul Jadid Itu :'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111941125700768640</id><published>2005-06-22T10:24:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T10:34:17.010+07:00</updated><title type='text'>Walimatul 'Ursy</title><content type='html'>Diantara rangkaian pernikahan adalah &lt;em&gt;walimatul urs,&lt;/em&gt; yaitu sebuah jamuan makan yang menghadirkan para undangan sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I. Makna Walimah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kata walimah diambil dari kata Al-Walamu yang maknanya adalah pertemuan.&lt;br /&gt;Sebab kedua mempelai melakukan pertemuan.&lt;br /&gt;Sedangkan secara istilah adalah hidangan / santapan yang disediakan pada pernikahan.&lt;br /&gt;Di dalam qamus disebutkan bahwa walimah itu adalah makanan pernikahan atau semua makanan yang untuk disantap para undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Hukum Mengadakan Walimah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jumhur ulama mengatakan bahwa mengadakan acara walimah pernikahan adalah sunah muakkadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalilnya adalah hadits-hadits Rasulullah SAW berikut ini : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hadits Pertama Dari Anas bin Malik ra bahwa &lt;em&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Baarakallahu laka, Lakukanlah walimah meskipun hanya dengan seekor kambing (HR. Muttafaqunalaih) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadits Kedua Dari Buraidah ra berkata bahwa ketika ali bin Abi Thalib melamar Fatimah ra, &lt;em&gt;Rasulullah SAW bersabda,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Setiap pernikahan itu harus ada walimahnya.(HR. Ahmad 5/359) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafiz Ibnu Hajar mengomentari hadits ini dengan ungkapan la ba'sa bihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Waktu Penyelenggaraan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IV. Hukum Menghadiri Walimah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V. Syarat Kewajiban Menghadiri Undangan Walimah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI. Yang Harus Diperhatikan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, sering kita dapati orang begitu semangat untuk mengadakan walimah sehingga terkadang sampai melewati batas kewajaran dan mulai memasuki wilayah yang sebenarnya tidak lagi sesuai dengan rambu-rambu syariah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah walimah dengan makan-makan tentu tidak berarti kita dibenarkan untuk menghambur-hamburkan harta.&lt;br /&gt;Sebab orang yang menghambur-hamburkan harta termasuk saudaranya syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Jangan Berlebihan   &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.(QS. Al-Isra' : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Bukan Untuk Gengsi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bila tujuannya sekedar gengsi dan ingin dianggap sebagai orang yang mampu, padahal semua itu dengan berhutang.&lt;br /&gt;Tidak perlu mengejar gengsi dan sebutan orang, juga jangan merasa menjadi dianggap pelit oleh orang lain.&lt;br /&gt;Kita keluarkan harta untuk walimah semampunya dan sesanggupnya.&lt;br /&gt;Kalau tidak ada, tidak perlu diada-adakan.&lt;br /&gt;Sebab yang penting acara walimahnya bisa berjalan, karena memang anjuran dari Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, hal yang termasuk perlu kita kritisi adalah sikap mengharapkan adanya uang diangpau / amplop yang diselipkan para tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan tidak malu-malu dituliskan di kartu undangan sebuah pesan yang intinya tamu jangan bawa kado, tapi bawa uangnya saja. Biar tidak tekor alias rugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Hendaknya Dengan Mengundang Fakir Miskin &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Juga jangan sampai walimah itu menjadi sebuah hidangan makan yang terburuk, yaitu dengan mengkhususkan hanya orang kaya saja dengan melupakan orang miskin.&lt;br /&gt;Maka sungguh acara walimah seperti itu adalah walimah yang paling jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Makanan yang paling jahat adalah makanan walimah. Orang yang butuh makan (si miskin) tidak diundang dan yang diundang malah orang yang tidak butuh (orang kaya). (HR. Muslim) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah walimah yang paling jahat dan alangkah sedihnya bila orang-orang miskin malah tidak dapat tempat, karena si empunya hajat hanya mengundang mereka yang perutnya sudah buncit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita biasakan membuat acara walimah meski pun hanya sederhana saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111941125700768640?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111941125700768640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111941125700768640' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111941125700768640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111941125700768640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/06/walimatul-ursy.html' title='Walimatul &apos;Ursy'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111941058469608865</id><published>2005-06-22T09:51:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T10:23:04.710+07:00</updated><title type='text'>Haramnya Nikah Mut'ah</title><content type='html'>Perkawinan dalam Islam adalah suatu ikatan yang kuat dan perjanjian yang teguh yang ditegakkan di atas landasan niat untuk bergaul antara suami-isteri dengan abadi, supaya dapat memetik buah kejiwaan yang telah digariskan Allah dalam al-Quran, yaitu &lt;em&gt;ketenteraman, kecintaan dan kasih sayang&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Sedang tujuannya yang bersifat duniawi yaitu demi berkembangnya keturunan dan kelangsungan jenis manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diterangkan Allah dalam al-Quran:&lt;br /&gt;"Allah telah menjadikan jodoh untuk kamu dari jenismu sendiri, dan Ia menjadikan untuk kamu dari perjodohanmu itu anak-anak dan cucu." (an-Nahl: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kawin mut'ah adalah ikatan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam batas waktu tertentu dengan upah tertentu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak mungkin perkawinan semacam ini dapat menghasilkan arti yang saya sebutkan di atas.&lt;br /&gt;Kawin mut'ah ini pernah diperkenankan oleh Rasulullah s.a.w. sebelum stabilnya syariah Islamiah, yaitu diperkenankannya ketika dalam bepergian dan peperangan, kemudian diharamkannya untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;Rahasia dibolehkannya kawin mut'ah waktu itu, ialah karena masyarakat Islam waktu itu masih dalam suatu perjalanan yang kita istilahkan dengan masa transisi, masa peralihan dari jahiliah kepada Islam.&lt;br /&gt;Sedang perzinaan di masa jahiliah merupakan satu hal yang biasa dan tersebar di mana-mana. Maka setelah Islam datang dan menyerukan kepada pengikutnya untuk pergi berperang, dan jauhnya mereka dari isteri merupakan suatu penderitaan yang cukup berat.&lt;br /&gt;Sebagian mereka ada yang imannya kuat dan ada pula yang lemah.&lt;br /&gt;Yang imannya lemah, akan mudah untuk berbuat zina sebagai suatu perbuatan yang keji dan cara yang tidak baik.&lt;br /&gt;Sedang bagi mereka yang kuat imannya berkeinginan untuk kebiri dan mengimpotenkan kemaluannya, seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Mas'ud:&lt;br /&gt;"Kami pernah berperang bersama Rasulullah s.a.w. sedang isteri-isteri kami tidak turut serta bersama kami, kemudian kami bertanya kepada Rasulullah, apakah boleh kami berkebiri? Maka Rasulullah s.a.w. melarang kami berbuat demikian dan memberikan rukhshah supaya kami kawin dengan perempuan dengan maskawin baju untuk satu waktu tertentu." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka dibolehkannya kawin mut'ah adalah sebagai suatu jalan untuk mengatasi problema yang dihadapi oleh kedua golongan tersebut dan merupakan jenjang menuju diundangkannya hukum perkawinan yang sempurna, dimana dengan hukum tersebut akan tercapailah seluruh tujuan perkawinan seperti: &lt;em&gt;terpeliharanya diri, ketenangan jiwa,berlangsungnya keturunan, kecintaan, kasih-sayang dan luasnya daerah pergaulan kekeluargaan karenaperkawinan itu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana al-Quran telah mengharamkan khamar dan riba dengan bertahap, dimana kedua hal tersebut telah terbiasa dan tersebar luas di zaman jahiliah, maka begitu juga halnya dalam masalah haramnya kemaluan, Rasulullah tempuh dengan jalan bertahap juga.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Misalnya tentang mut'ah, dibolehkannya ketika terpaksa, setelah itu diharamkannya&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang diriwayatkan oleh Ali dan beberapa sahabat yang lain, antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Dari Saburah al-Juhani, sesungguhnya ia pernah berperang bersama Nabi s.a.w. dalam peperangan fat-hu Makkah, kemudian Nabi memberikan izin kepada mereka untuk kawin mut'ah. Katanya: Kemudian ia (Saburah) tidak pernah keluar sehingga Rasulullah s.a.w. mengharamkan kawin mut'ah itu." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu riwayat dikatakan: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apakah haramnya mut'ah ini berlaku untuk selama-lamanya seperti halnya kawin dengan ibu dan anak, ataukah seperti haramnya bangkai, darah dan babi yang dibolehkan ketika dalam keadaan terpaksa dan takut berbuat dosa?&lt;br /&gt;Menurut pendapat kebanyakan sahabat, bahwa haramnya mut'ah itu berlaku selama-lamanya, tidak ada sedikitpun rukhshah, sesudah hukum tersebut diundangkan.&lt;br /&gt;Tetapi Ibnu Abbas berpendapat lain, ia berpendapat boleh ketika terpaksa, yaitu seperti tersebut di bawah ini:&lt;br /&gt;"Ada seorang yang bertanya kepadanya tentang kawin mut'ah, kemudian dia membolehkannya. Lantas seorang bekas hambanya bertanya: Apakah yang demikian itu dalam keadaan terpaksa dan karena sedikitnya jumlah wanita atau yang seperti itu? Ibnu Abbas menjawab: Ya!"  (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah Ibnu Abbas menyaksikan sendiri, bahwa banyak orang-orang yang mempermudah persoalan ini dan tidak membatasi dalam situasi yang terpaksa, maka ia hentikan fatwanya itu dan ditarik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalil Haramnya Nikah Mut'ah&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama dan salafus shalih sepakat bahwa nikah mut'ah itu adalah zina. Karena tanpa adanya wali dan saksi, apalagi akadnya dirahasiakan segala, jelaslah bahwa nikah itu tidak syah dilihat dari sudut pandang manapun.&lt;br /&gt;Tidak pernah ada saksi kecuali hadirnya manusia yang sudah aqil baligh dan laki-laki yang jumlahnya minimal dua orang dalam sebuah akad nikah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ungkapan bahwa saksinya Allah adalah ungkapan yang salah kaprah dalam hukum.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Sebab peristiwa akad nikah itu peristiwa hukum yang bersifat horizontal antara manusia dan juga vertikal dengan Allah, maka kehadiran saksi yang berwujud manusia dengan segala syaratnya adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;MUTLAK&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Tidak ada satu pun ayat, hadits dan kitab fiqih yang pernah membenarkan tindakan seperti itu. Sebab itu adalah bentuk penyesatan yang maha sesat yang dilakukan oleh kelompok yang tidak bertanggung-jawab dan kerjanya memainkan ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;Sungguh menyesal saya harus berterus terang dalam masalah ini, karena bila sudah menyangkut dalil fiqih, seorang muslim harus siap berhadapan dengan siapapun termasuk fitnah dan tantangan dari kalangan pendukung nikah mut'ah.&lt;br /&gt;Melakukan nikah tanpa wali, saksi dan merahasiakannya adalah tindakan menghalalkan zina secara nyata.&lt;br /&gt;Dan bila sudah tahu bahwa hal itu adalah zina namun tetap dikerjakan juga karena taqlid buta. Nikah mut'âh adalah nikah yang diharamkan Islam sejak masa Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Memang ada keterangan yang menjelaskan bahwa hal itu pernah dibolehkan oleh Rasulullah SAW, namun segera setelah itu diharamkan hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;Allah SWT dan Rasulullah SAW telah mengharamkan nikah mut'â€h itu sejak dahulu.&lt;br /&gt;Meski pernah dibolehkan, namun pengharamannya jelas, terang, nyata dan sama sekali tidak ada keraguan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalil yang mengharamkan nikah mut'ah adalah :  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Al-Quran Al-Karim  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran Al-Karim sama sekali tidak pernah menghalalkannya, sehingga nikah mut'âh itu tidak pernah dihalalkan oleh Al-Quran Al-Karim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Ijma' Seluruh Ummat Islam &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seluruh umat Islam telah sampai pada posisi ijmâ' tentang pengharamannya.&lt;br /&gt;Semua sepakat menyatakan bahwa dalil yang pernah menghalalkan nikah mut'ah itu telah dimansukhkan sendiri oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Tak ada satupun kalangan ulama ahli sunnah yang menghalalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Hadits Rasulullah SAW &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalil hadits yang mengaramkannya pun jelas dan shahih lagi. Sehingga tidak alasan bagi kita saat ini untuk menghalalkannya.&lt;br /&gt;Dari Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Wahai manusia, dahulu aku mengizinkan kamu nikah mut'âh. Ketahuilah bahwa Allah SWT telah mengharamkannya sampai hari kiamat."  (HR. Muslim, Ahmad dan IbnuMajah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Ali bin Abi Thalib sendiri telah mengharamkan nikah Mut'ah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW telah mengharamkan menikah mut'âh dengan wanita pada perang Khaibar dan makan himar ahliyah. (HR. Bukhari danMuslim).&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh dua tokoh besar dalam dunia hadits, yaitu Al-Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mengingkari keshahihan riwayat dua tokoh ini tentu harus berhadapan dengan seluruh umat Islam. Bahkan sanad pertamanya langsung dari Ali bin Abi Thalib sendiri. Sehingga kalau ada kelompok yang mengaku menjadi pengikut Ali ra tapi menghalalkan nikah mut'ah, maka dia telah menginjak-injak hadits Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;Sesungguhnya kaum seperti harus diperangi sampai akhir zaman, sebab menjatuhkan wibawa seorang ahli ba'it Rasulullah.&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib adalah seorang shahabat Rasululah yang agung, besar dan punya posisi yang sangat tinggi di sisi beliau.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin ada orang yang mengaku ingin menjadi pengikutnya tapi menginjak-injak haditsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Al-Baihaqi menaqal dari Jâ'far bin Muhammad bahwa beliau ditanya tentang nikah mut'âh dan jawabannya adalah bahwa nikah mut'âh itu adalah zina itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Mut'ah Tidak Sesuai Dengan Tujuan Pernikahan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain itu nikah mut'âh sama sekali tidak sejalan dengan tujuan dari pernikahan secara umum, karena tujuannya bukan membangun rumah tangga sakinah.&lt;br /&gt;Sebaliknya tujuannya semata-mata mengumbar hawa nafsu dengan imbalan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Mut'ah Tidak Berorientasi Untuk Mendapatkan Keturunan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bila dikaitkan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan yang shalih dan shalihat.&lt;br /&gt;Semua itu jelas tidak akan tercapai lantaran nikah mut'âh memang tidak pernah bertujuan untuk mendapatkan keturunan. Tetapi untuk kenikmatan seksual sesaat.&lt;br /&gt;Tidak pernah terbersit untuk nantinya punya keturunan dari sebuah nikah mut'ah.&lt;br /&gt;Bahkan ketika dahulu sempat dihalalkan di masa Nabi yang kemudian segera diharamkan, para shahabat pun tidak pernah berniat membentuk rumah tangga dari nikah mut'ah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Ibnu Umar ra merajam pelaku nikah mut'ah. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan bahwa nikah mut'ah itu adalah zina dibenarkan oleh Ibnu Umar.&lt;br /&gt;Dan sebagai sebuah kemungkaran, pelaku nikah mut'ah diancam dengan hukum rajam, karena tidak ada bedanya dengan zina.&lt;br /&gt;Ibnu Umar telah berkata bahwa Rasulullah SAW memberi izin untuk nikah mut'âh selama tiga hari lalu beliau mengharamkannya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut tentang pelaku nikah mut'ah ini, fuqaha dari kalangan shahabat yang agung itu berkata,"Demi Allah, takkan kutemui seorang pun yang menikah mut'âh padahal dia muhshan kecuali aku merajamnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Nikah Mut'ah Identik Dengan Penyakit Kelamin Yang Memalukan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan dampak negatif dari nikah mut'âh ini seperti yang banyak didapati kasusnya adalah beredarnya penyakit kelamin semacam sipilis, raja singa dan sejenisnya dikalangan mereka yang menghalalkannya.&lt;br /&gt;Karena pada hakikatnya nikah mut'âh itu memang zina.&lt;br /&gt;Sungguh amat memalukan ada wanita yang rapi berjilbab, menutup aurat dan mengesankan dirinya sebagai wanita baik-baik, tetapi datang ke dokter spesialis gara-gara terkena &lt;em&gt;penyakit khas para pelacur&lt;/em&gt; . Na'udzu billahi minzallik !!!&lt;br /&gt;Maka kalaupun dihalalkan dengan segala macam dalih yang dibuat-buat, tetap saja nikah mut'ah itu terkutuk secara nilai kemanusiaan dan nilai kewanitaan.&lt;br /&gt;Sebab tidak ada agama dan tata sosial masyarakat dalam sejarah peradaban manusia yang menghalalkan pelacuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang sudah dijelaskan tentang keharaman nikah mut'ah ini tetapi masih membangkang dan merasa diri paling pintar padahal di depannya ada sekian dalil yang mengharamkannya, kita serahkan kepada Allah untukAllah sendiri yang akan memperlakukannya sesuai dengan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;Sebab cukuplah Allah yang menjadi hakim yang adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya mereka membaca berulang-ulang ayat berikut ini kalau takut kepada Allah :&lt;br /&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah danRasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.(QS.Al-Ahzab : 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111941058469608865?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111941058469608865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111941058469608865' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111941058469608865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111941058469608865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/06/haramnya-nikah-mutah.html' title='Haramnya Nikah Mut&apos;ah'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111940856283316677</id><published>2005-06-22T09:42:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T09:49:22.840+07:00</updated><title type='text'>Mahar/Maskawin</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Rukun Nikah IV : Mahar / Mas Kawin &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk pemuliaan Islam kepada seorang wanita adalah pemberian mahar saat menikahinya. Mahar adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu di zaman jahiliah wanita tidak memiliki hak untuk dimiliki sehingga urusan mahar sangat bergantung kepada walinya. Walinya itulah yang kemudian menentukan mahar, menerimanya dan juga membelanjakannya untuk dirinya sendiri. Sedangkan pengantin wanita tidak punya hak sedikitpun atas mahar itu dan tidak bisa membelanjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka datanglah Islam menyelesaikan permasalahan ini dan melepaskan beban serta mewajibkan untuk memberikan mahar kepada wanita. Islam menjadikan mahar itu menjadi kewajiban kepada wanita dan bukan kepada ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berikanlah maskawin kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan . Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah pemberian itu yang sedap lagi baik akibatnya".(An-nisa: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain , sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan dosa yang nyata ?". (An-nisa:20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat".( An-nisa: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian mahar akan memberikan pengaruh besar pada tingkat keqowaman suami atas istri. Juga akan menguatkan hubungan pernikahan itu yang pada gilirannya akan melahirkan mawadah dan rohmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain , dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara . Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya , maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya . Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar".( An-nisa : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kadar Mahar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara fiqhiyah, kalangan Al- Hanafiyah berpendapat bahwa minimal mahar itu adalah 10 dirham. Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa minimal mahar itu 3 dirham. Meskipun demikian sebagian ulama mengatakan tidak ada batas minimal dengan mahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila dicermati secara umum, nash-nash hadits telah datang kepada kita dengan gambaran yang seolah tidak mempedulikan batas minimal mahar dan juga tidak batas maksimalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali karena kenyataannya bahwa manusia itu berbeda-beda tingkat ekonominya, sebagian dari mereka kaya dan sebagian besar miskin. Ada orang mempunyai harta melebihi kebutuhan hidupnya dan sebaliknya ada juga yang tidak mampu memenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berapakah harga mahar yang harus dibayarkan seorang calon suami kepada calon istrinya sangat ditentukan dari kemampuannya atau kondisi ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali nash syariah yang memberi isyarat tentang tidak ada batasnya minimal nilai mahar dalam bentuk nominal. Kecuali hanya menyebutkan bahwa mahar haruslah sesuatu yang punya nilai tanpa melihat besar dan kecilnya. Maka Islam membolehkan mahar dalam bentuk cincin dari besi, sebutir korma, jasa mengajarkan bacaan qur'an atau yang sejenisnya. Yang penting kedua belah pihak ridho dan rela atas mahar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Sepasang Sendal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari Amir bin Robi'ah bahwa seorang wanita dari bani Fazarah menikah dengan mas kawin sepasang sendal. Lalu Rasulullah SAW bertanya, "Relakah kau dinikahi jiwa dan hartamu dengan sepasang sendal ini?". Dia menjawab," Rela". Maka Rasulullahpun membolehkannya (HR. Ahmad 3/445, Tirmidzi 113, Ibnu madjah 1888).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Hafalan Quran :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dari Sahal bin Sa'ad bahwa nabi SAW didatangi seorang wanita yang berkata,"Ya Rasulullah kuserahkan diriku untukmu", Wanita itu berdiri lama lalu berdirilah seorang laki-laki yang berkata," Ya Rasulullah kawinkan dengan aku saja jika kamu tidak ingin menikahinya". Rasulullah berkata," Punyakah kamu sesuatu untuk dijadikan mahar? dia berkata, "Tidak kecuali hanya sarungku ini" Nabi menjawab,"bila kau berikan sarungmu itu maka kau tidak akan punya sarung lagi, carilah sesuatu". Dia berkata," aku tidak mendapatkan sesuatupun". Rasulullah berkata, " Carilah walau cincin dari besi". Dia mencarinya lagi dan tidak juga mendapatkan apa-apa. Lalu Nabi berkata lagi," Apakah kamu menghafal qur'an?". Dia menjawab,"Ya surat ini dan itu" sambil menyebutkan surat yang dihafalnya. Berkatalah Nabi,"Aku telah menikahkan kalian berdua dengan mahar hafalan qur'anmu" (HR Bukhori Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa riwayat yang shahih disebutkan bahwa beliau bersabda," Ajarilah dia al-qur'an".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa jumlah ayat yang diajarkannya itu adalah 20 ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Tidak Dalam Bentuk Apa-apa  :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahkan diriwayatkan bahwa ada seorang wanita rela tidak mendapatkan mahar dalam bentuk benda atau jasa yang bisa dimiliki. Cukup baginya suaminya yang tadinya masih non muslim itu untuk masuk Islam, lalu waita itu rela dinikahi tanpa pemberian apa-apa. Atau dengan kata lain, keIslamanannya itu menjadi mahara untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bahwa Aba Tholhah meminang Ummu Sulaim lalu Ummu Sulaim berkata," Demi Allah, lelaki sepertimu tidak mungkin ditolak lamarannya, sayangnya kamu kafir sedangkan saya muslimah. Tidak halal bagiku untuk menikah denganmu. Tapi kalau kamu masuk Islam, keislamanmu bisa menjadi mahar untukku. Aku tidak akan menuntut lainnya". Maka jadilah keislaman Abu Tholhah sebagai mahar dalam pernikahannya itu. (HR Nasa'ih 6/ 114).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hadist tadi menunjukkan bahwa boleh hukumnya mahar itu sesuatu yang murah atau dalam bentuk jasa yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam batas maksimal tidak ada batasannya sehingga seorang wanita juga berhak untuk meminta mahar yang tinggi dan mahal jika memang itu kehendaknya. Tak seorangpun yang berhak menghalangi keinginan wanita itu bila dia menginginkan mahar yang mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika Umar Bin Khattab Ra berinisiatif memberikan batas maksimal untuk masalah mahar saat beliau bicara diatas mimbar. Beliau menyebutkan maksimal mahar itu adalah 400 dirham. Namun segera saja dia menerima protes dari para wanita dan memperingatkannya dengan sebuah ayat qur'an. Sehingga Umar pun tersentak kaget dan berkata,"Allahumma afwan, ternyata orang -orang lebih faqih dari Umar". Kemudian Umar kembali naik mimbar,"Sebelumnya aku melarang kalian untuk menerima mahar lebih dari 400 dirham, sekarang silahkan lakukan sekehendak anda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mahar Yang Baik Adalah Yang Tidak Memberatkan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian tentu saja tetap lebih baik tidak memaharkan harga mahar. Karena Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda," Nikah yang paling besar barokahnya itu adalah yang murah maharnya" (HR Ahmad 6/145)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111940856283316677?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111940856283316677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111940856283316677' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111940856283316677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111940856283316677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/06/maharmaskawin.html' title='Mahar/Maskawin'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111864802831287254</id><published>2005-06-13T14:04:00.000+07:00</published><updated>2005-06-13T14:33:48.320+07:00</updated><title type='text'>Wali Nikah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Rukun Nikah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1 : Wali Nikah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak harus ada 4 (empat) hal pokok yang menjadi rukun atas syahnya sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;Bila salah satu dari semua itu tidak terpenuhi, batallah status pernikahan itu.&lt;br /&gt;Yaitu&lt;br /&gt;[1] Wali,&lt;br /&gt;[2] Saksi,&lt;br /&gt;[3]Ijab Kabul (akad)&lt;br /&gt;[4] Mahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I. Wali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan wali mutlak harus ada dalam sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;Sebab akad nikah itu terjadi antara wali dengan pengantin laki-laki. Bukan dengan pengantin perempuan.&lt;br /&gt;Sering kali orang salah duga dalam masalah ini. Sebab demikianlah Islam mengajarkan tentang kemutlakan wali dalam sebuah akad yang intinya adalah menghalalkan kemaluan wanita. Tidak mungkin seorang wanita menghalalkan kemaluannya sendiri dengan menikah tanpa adanya wali.&lt;br /&gt;Menikah tanpa izin dari wali adalah perbuatan mungkar dan pelakunya bisa dianggap berzina. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya itu batil. Jika (si laki-laki itu) menggaulinya maka harus membayar mahar buat kehormatan yang telah dihalalkannya. Dan bila mereka bertengkar, maka Sulthan adalah wali bagi mereka yang tidak punya wali. (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmizi danIbnu Majah.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Buraidah bin Abi Musa dari Ayahnya berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,"Tidak ada nikah kecuali dengan wali". (HR Ahmad dan Empat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al-Hasan dari Imran marfu'an,"Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan dua saksi".(HR Ahmad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Siapakah yang bisa menjadi wali ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wali tidak lain adalah ayah kandung seorang wanita yang secara nasab memang syah sebagai ayah kandung.&lt;br /&gt;Sebab bisa jadi secara biologis seorang laki-laki menjadi ayah dari seorang anak wanita, namun karena anak itu lahir bukan dari perkawinan yang syah, maka secara hukum tidak syah juga kewaliannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Syarat Seorang Wali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€¢      Islam, seorang ayah yang bukan beragama islam tidak menikahkan atau menjadi wali bagi pernikahan anak gadisnya yang muslimah. Begitu juga orang yang tidak percaya kepada adanya Allah SWT (atheis).&lt;br /&gt;Dalil haramnya seorang kafir menikahkan anaknya yang muslimah adalah ayat Quran berikut ini :&lt;br /&gt;Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.(QS. An-Nisa : 141)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€¢      Berakal, maka seorang yang kurang waras atau idiot atau gila tidak syah bila menjadi wali bagi anak gadisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€¢      Bulugh, maka seorang anak kecil yang belum pernah bermimpi atau belum baligh, tidak syah bila menjadi wali bagi saudara wanitanya atau anggota keluarga lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€¢      Merdeka, maka seorang budak tidak syah bila menikahkan anaknya atau anggota familinya, meski pun beragama ISlam, berakal, baligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; 3. Urutan Wali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam mazhab syafi'i, urutan wali adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€¢      Ayah kandung&lt;br /&gt;â€¢      Kakek, atau ayah dari ayah&lt;br /&gt;â€¢      Saudara (kakak / adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu&lt;br /&gt;â€¢      Saudara (kakak / adik laki-laki) se-ayah saja&lt;br /&gt;â€¢      Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu&lt;br /&gt;â€¢      Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja&lt;br /&gt;â€¢      Saudara laki-laki ayah&lt;br /&gt;â€¢      Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar urutan wali di atas tidak boleh dilangkahi atau diacak-acak. Sehingga bila ayah kandung masih hidup, maka tidak boleh hak kewaliannya itu diambil alih oleh wali pada nomor urut berikutnya.&lt;br /&gt;Kecuali bila pihak yang bersangkutan memberi izin dan haknya itu kepada mereka.&lt;br /&gt;Penting untuk diketahui bahwa seorang wali berhak mewakilkan hak perwaliannya itu kepada orang lain, meski tidak termasuk dalam daftar para wali.&lt;br /&gt;Hal itu biasa sering dilakukan di tengah masyarakat dengan meminta kepada tokoh ulama setempat untuk menjadi wakil dari wali yang syah.&lt;br /&gt;Dan untuk itu harus ada akad antara wali dan orang yang mewakilkan.&lt;br /&gt;Dalam kondisi dimana seorang ayah kandung tidak bisa hadir dalam sebuah akad nikah, maka dia bisa saja mewakilkan hak perwaliannya itu kepada orang lain yang dipercayainya, meski bukan termasuk urutan dalam daftar orang yang berhak menjadi wali.&lt;br /&gt;Sehingga bila akad nikah akan dilangsungkan di luar negeri dan semua pihak sudah ada kecuali wali, karena dia tinggal di Indonesia dan kondisinya tidak memungkinkannya untuk ke luar negeri, maka dia boleh mewakilkan hak perwaliannya kepada orang yang sama-sama tinggal di luar negeri itu untuk menikahkan anak gadisnya.&lt;br /&gt;Namun hak perwalian itu tidak boleh dirampas atau diambil begitu saja tanpa izin dari wali yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Bila hal itu dilakukan, maka pernikahan itu tidak syah dan harus dipisahkan saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Kasus Wali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€˜Adhal : tidak mau menikahkan anak wanitanya ?&lt;br /&gt;Seorang ayah kandung yang tidak mau menikahkan anak gadisnya disebut dengan waliyul adhal, yaitu wali yang menolak menikahkan.&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang memaksa dan tidak ada alternatif lainnya, seorang hakim mungkin saja menjadi wali bagi seorang wanita.&lt;br /&gt;Misalnya bila ayah kandung wanita itu menolak menikahkan puterinya sehingga menimbulkan mudharat.  Istilah yang sering dikenal adalah waliâ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;€˜adhal. Namun tidak mudah bagi seorang hakim ketika memutuskan untuk membolehkan wanita menikah tanpa wali aslinya atau ayahnya, tetapi dengan wali hakim.&lt;br /&gt;Tentu harus dilakukan pengecekan ulang, pemeriksaan kepada banyak pihak termasuk juga kepada keluarganya dan terutama kepada ayah kandungnya.&lt;br /&gt;Dan untuk itu diperlukan proses yang tidak sebentar, karena harus melibatkan banyak orang. Juga harus didengar dengan seksama alasan yang melatar-belakangi orang tuanya tidak mau menikahkannya.&lt;br /&gt;Sehingga pada titik tertentu dimana alasan penolakan wali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€˜adhal itu memang dianggap mengada-ada dan sekedar menghalangi saja, bolehlah pada saat itu hakim yang syah dari pengadilan agama yang resmi memutuskan untuk menggunakan wali hakim.&lt;br /&gt;Misalnya untukmenghindari dari resiko zina yang besar kemungkinan akan terjadi, sementara ayah kandung sama sekali tidak mau tahu.&lt;br /&gt;Tetapi sekali lagi, amat besar tanggung-jawab seorang hakim bila sampai dia harus mengambil-alih kewalian wanita itu.&lt;br /&gt;Dan tentu saja keputusan ini harus melalui proses yang syah dan resmi menurut pengadilan yang ada.&lt;br /&gt;Bukan sekedar hakim-hakiman dengan proses kucing-kucingan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111864802831287254?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111864802831287254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111864802831287254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111864802831287254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111864802831287254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/06/wali-nikah.html' title='Wali Nikah'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111760726535553295</id><published>2005-06-01T13:03:00.000+07:00</published><updated>2005-06-01T13:27:45.363+07:00</updated><title type='text'>Khitbah / Meminang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;1. Pengertian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Makna khitbah atau meminang adalah meminta seorang wanita untuk dinikahi dengan cara yang dikenal ditengah masyarakat. Tentu saja pinangan itu tidak semata-mata ditujukan kepada si gadis tanpa sepengetahuan ayahnya yang menjadi wali. Sebab pada hakikatnya, ketika berniat untuk menikahi seorang gadis, maka gadis itu tergantung dari ayahnya. Ayahnyalah yang menerima pinangan itu atau tidak dan ayahnya pula yang nantinya akan menikahkan anak gadisnya itu dengan calon suaminya.&lt;br /&gt;Sedangkan ajakan menikah yang dilakukan oleh seorang pemuda kepada seorang pemudi yang menjadi kekasihnya tanpa sepengetahuan ayah si gadis tidaklah disebut dengan pinangan. Sebab si gadis sangat bergantung kepada ayahnya.&lt;br /&gt;Hak untuk menikahkan anak gadis memang terdapat pada ayahnya, sehingga tidak dibenarkan seorang gadis menerima ajakan menikah dari siapapun tanpa sepengetahuan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminang adalah muqaddimah dari sebuah pernikahan. Sebuah tindakan yang telah disyariatkan Allah SWT sebelum dilakukan pengikatan akad nikah agar masing-masing pihak bisa mengenal satu sama lain. Selain itu itu agar kehidupan pernikahan itu dilandasi atas bashirah yang jelas.&lt;br /&gt;Dengan berbagai pertimbangan, Islam menganjurkan untuk merahasiakan meminangan dan hanya boleh dibicarakan dalam batas keluarga saja, tanpa mengibarkan bendera atau mengadakan upacara tabuhan genderang dan lain-lain keramaian.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah bersabda : Dari Ummu Salamah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Kumandangkanlah pernikahan .... dan rahasiakanlah peminangan.(HR. )&lt;br /&gt;Tindakan ini tidak lain adalah demi mencegah dan memelihara kehormatan, nama baik dan perasaan hati wanita. Khawatir peminangan yang sudah diramaikan itu tiba-tiba batal karena satu dan lain hal.&lt;br /&gt;Apapun alasannya, hal seperti itu pastilah sangat menyakitkan dan sekaligus merugikan nama baik seorang wanita. Bisa jadi orang lain akan ragu-ragu meminangnya karena peminang yang pertama telah mengundurkan diri, sehingga bisa menimbulkan tanda tanya di hati para calon peminang lainnya.&lt;br /&gt;Apakah wanita ini memiliki cacat atau punya masalah lainnya. Sebaliknya, bila peminangan ini dirahasiakan atau tidak diramaikan terlebih dahulu, kalaupun sampai terjadi pembatalan, maka cukup keluarga terdekatlah yang mengetahuinya. Dan nama baik keluarga tidaklah menjadi taruhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Khitbah Yang Dibolehkan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa dilakukan khitbah atau peminangan, maka paling tidak harus terpenuhi dua syarat utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah wanita itu terbebas dari segala mawani`(pencegah) dari sebuah pernikahan, misalnya bahwa wanita itu sedang menjadi istri seseorang. Atau wanita itu sudah dicerai atau ditinggal mati suaminya, namun masih dalam masa `iddah.&lt;br /&gt;Selain itu juga wanita itu tidak boleh termasuk dalam daftar orang-orang yang masih menjadi mahram bagi seroang laki-laki.&lt;br /&gt;Maka didalam Islam tidak dikenal ada seorang laki-laki meminang adiknya sendiri, atau ibunya sendiri atau bibinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah bahwa wanita itu tidak sedang dipinang oleh orang lain hingga jelas apakah pinangan orang lain itu diterima atau ditolak.&lt;br /&gt;Sedangkan bila pinangan orang lain itu belum lagi diterima atau justru sudah tidak diterima, maka wanita itu boleh dipinang oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Allah SWT berfirman : Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan perkataan yang ma`ruf . Dan janganlah kamu ber`azam untuk beraqad nikah, sebelum habis `iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanyaAllah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah MahaPengampun lagi Maha Penyantun.(QS. Al-Baqarah : 235)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Khitbah Yang Diharamkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim tidak halal mengajukan pinangannya kepada seorang perempuan yang ditalak atau yang ditinggal mati oleh suaminya selama masih dalam iddah. Karena perempuan yang masih dalam iddah itu dianggap masih sebagai mahram bagi suaminya yang pertama, oleh karena itu tidak boleh dilanggar.&lt;br /&gt;Akan tetapi untuk isteri yang ditinggal mati oleh suaminya, boleh diberikan suatu pengertian --selama dia masih dalam iddah-- dengan suatu sindiran, bukan dengan terang-terangan, bahwa si laki-laki tersebut ada keinginan untuk meminangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: `Tidak berdosa atas kamu tentang apa-apa yang kamu sindirkan untuk meminang perempuan.`(al-Baqarah: 235)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diharamkan juga seorang muslim meminang pinangan saudaranya kalau ternyata sudah mencapai tingkatpersetujuan dengan pihak yang lain. Sebab laki-laki yang meminang pertama itu telah memperoleh suatu hak dan hak ini harus dipelihara dan dilindungi, demi memelihara persahabatan dan pergaulan sesama manusia serta menjauhkan seorang muslim dari sikap-sikap yang dapat merusak identitas.&lt;br /&gt;Sebab meminang pinangan saudaranya itu serupa dengan perampasan dan permusuhan. Tetapi jika laki-laki yang meminang pertama itu sudah memalingkan pandangannya kepada si perempuan tersebut atau memberikan izin kepada laki-laki yang kedua, maka waktu itu laki-laki kedua tersebut tidak berdosa untuk meminangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w. yang mengatakan sebagai berikut: `Seorang mu`min saudara bagi mu`min yang lain. Olehkarena itu tidak halal dia membeli pembelian kawannya dan tidak pula halal meminang pinangan kawannya.`(Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula: `Seorang laki-laki tidak boleh meminang pinangan laki-laki lain, sehingga peminang pertama itu meninggalkan (membatalkan) atau mengizinkannya.`(HRBukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Melihat Wanita Yang Akan Dikhitbah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Islam menyunnahkan bagi laki-laki yang ingin meminang seorang wanita untuk melihat secara tegas calon istrinya itu secara langsung. Sesuatu yang bila dilakukan bukan dengan niat untuk menikahi merupakan hal yang terlarang sebelumya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hal ini dimaksudkan agar:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Hati calon suami itu yakin bahwa calon istrinya tidak mempunyai cacat yang dapat menimbulkan rasa kecewa.&lt;br /&gt;Menurut riwayat, pernah seorang laki-laki meminang seorang wanita Anshar, maka Rasulullah SAW bertanya,`Apakah kamu sudah melihatnya ?`. `Belum`, jawabnya.&lt;br /&gt;Maka dengan tegas Rasulullah SAW berkata,`Pergilah kamu melihatnya karena di mata orang anshar ada sesuatu`.(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Untuk mengukuhkan keinginan untuk melakukan peminangan dan menghilangkan perasaan ragu yang mengusik.&lt;br /&gt;Dalam hal ini Rasulullah bersabda : Dari Mughirah bin Syu`bah bahwa dia datang kepada Rasulullah SAW dan memberitahukannya bahwa dirinya telah meminang seorang wanita.&lt;br /&gt;Maka nasehat Rasulullah SAW adalah,`Lihatlah dia, karena hal itu bisa melanggengkan pernikahan antara kalian.(HR. An-Nasai,Tirmizy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja seorang wanita yang akan dipinang pun punya hak yang sama untuk melihat calon suaminya itu. Namun bukan berarti bila dibolehkan melihat calon pasangan adalah boleh melihat semua tubuhnya satu persatu.&lt;br /&gt;Hanya wajah dan tapak tangan saja yang boleh dilihat, sedangkan yang selain itu tidak diperkenankan. Kepada laki-laki diperkenankan untuk melihat wajah seorang wanita secara lebih seksama, lebih dari melihat wajah wanita pada umumnya. Dengan harapan bisa membangkitkan minatnya untuk menikahinya.&lt;br /&gt;Namun bila seorang wanita secara terbuka akan dilihat atau diperiksa pisiknya, pastilah dia akan merasa malu dan tidak percaya diri.&lt;br /&gt;Karena itu maka teknik yang bisa dilakukan adalah melihat tanpa sepengetahuan si wanita itu. Hal ini juga berfungsi untuk menjaga perasaan wanita. Apalagi bahwa tahap melihat masih belum lagi menjadi keputusan akhir sebuah ketetapan pernikahan. Sehingga kalaulah calon suami kurang menerima kondisi pisiknya, maka wanita itu tidak merasa telah dilepaskan. Karena itulah dianjurkan untuk melihat wanita yang akan dikhitbah dengan tanpa sepengetahuan wanita yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Hubungan Antara Laki-laki dan Wanita Yang sudah Dipinangnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah dipinang dan sebentar lagi akan menjadi suami istri, namun hubungan kedua pasangan itu tidak ada bedanya dengan orang asing / ajnabi.&lt;br /&gt;Sebab sama sekali belum ada ikatan nikah, maka tidak ada satu pun kebolehan yang diberikan selain dari boleh melihatnya saat pertama kali menentukan pilihan untuk meminang.&lt;br /&gt;Namun hal itu tidak diperkenankan untuk dilakukan terus menerus atau pada setiap kesempatan.&lt;br /&gt;Semua larangan yang berlaku pada orang asing juga berlaku pada mereka berdua. Tidak diperkenankan berduaan / khalwat, kalaulah akan mengerjakan hal-hal yang terkait dengan acara pernikahan maka harus ditemani dengan mahramnya.&lt;br /&gt;Mereka tidak diperkenankan jalan-jalan berdua untuk belanja keperluan pernikahan.&lt;br /&gt;Juga dilarang diskusi hanya berdua untuk perencanaan ke depan. Juga tidak diperkenankan untuk selalu berkomunkasi yang mengarah kepada bentuk-bentuk khalwat, meski semata-mata dengan telepon, sms atau chatting di internet.&lt;br /&gt;Sebab biar bagaimana pun mereka belum lagi menjadi suami istri. Kalau semua itu akan dirasa perlu dilakukan, keberadaan mahram sebagai orang ketiga mutlak diwajibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yang berhak menikahkan bukan Murobbiyah tetapi Ayah Kandung (he..he..), tapi kalo emang ANTI kader sejati kudu lewat prosedur yang syar'i (jalur paten ya lewat MR gitu lox...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dunia tidak selebar daun kelor jangan ampe deh naksir berat ama ibu sendiri bisa kualat kaya sangkuriang  tuh ...&lt;br /&gt;Ayo siapa bapaknya sangkuriang?&lt;br /&gt;Jawab : PAK SUMARDI wuaha..ha...ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan pada maen tek-tekan deh, trus kalo udah ada yang lagi PROSES jangan didoain gagal man.&lt;br /&gt;Kudu FAIR... ingat pepatah SESAMA IKHWAH DILARANG SALING MENDAHULUI (Gue banget ga seh...).&lt;br /&gt;Kalo buat para AKHWAT jangan tebar pesona alias ngasih sinyal broadcast bisa-bisa banyak yang jadi BPH (Barisan Patah Hati).&lt;br /&gt;Gimana kalo sebaliknya? Ya udah solusinya POLIGAMI waduh Gusti...pada siap ga dipoligami ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Boleh juga seh ngeliat calon ISTRI, tapi jangan BELANJA !!!&lt;br /&gt;Eit gimana kalo udah pada kenal tuh alias CINLOK (Cinta Lokasi)?&lt;br /&gt;Wah itu sih GADA OBATNYA !!!&lt;br /&gt;Ada seh tapi mahal bet...&lt;br /&gt;Okeh, sbenernya seh ga masalah... Sebenernya seh ga masalah... Sebenernya seh ga masalah (3x kaya BAJAJ)&lt;br /&gt;Ya gitu deh. (BAJAJ lagi) tapi kudu dijaga PROSES nya biar ga timbul fitnah GITU LOX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Biar udah dapet lampu Ijo kalo belum AKAD masih ada harapan tuh buat yang LAEN (eh..ini off the record).&lt;br /&gt;Artinya mereka belum jadi SIAPA-SIAPA or sama kaya ALIEN gitu deh.&lt;br /&gt;Jadi, tetep aja ga boleh MISQOL2 coz MISQOL TANDA TAK MAMPU (apaan seh), apalagi SMS terus2an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar ini didukung oleh SUARA HATI, mudah dikatakan tapi BERAT dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat berjuang !!!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111760726535553295?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111760726535553295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111760726535553295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111760726535553295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111760726535553295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/06/khitbah-meminang.html' title='Khitbah / Meminang'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111751185184939841</id><published>2005-05-31T10:36:00.000+07:00</published><updated>2005-05-31T10:57:31.853+07:00</updated><title type='text'>Hukum Pernikahan Dalam Islam</title><content type='html'>1. Pernikahan Yang Wajib Hukumnya&lt;br /&gt;Menikah itu wajib hukumnya bagi seorang yang sudah mampu secara finansial dan juga sangat beresiko jatuh ke dalam perzinaan. Hal itu disebabkan bahwa menjaga diri dari zina adalah wajib. Maka bila jalan keluarnya hanyalah dengan cara menikah, tentu saja menikah bagi seseorang yang hampir jatuh ke dalam jurang zina wajib hukumnya.&lt;br /&gt; Imam Al-qurtubi berkata bahwa para ulama tidak berbeda pendapat tentang wajibnya seorang untuk menikah bila dia adalah orang yang mampu dan takut tertimpa resiko zina pada dirinya. Dan bila dia tidak mampu, maka Allah SWT pasti akan membuatnya cukup dalam masalah rezekinya, sebagaimana firman-Nya : Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. (QS.An-Nur : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pernikahan Yang Sunnah Hukumnya&lt;br /&gt; Sedangkan yang tidak sampai diwajibkan untuk menikah adalah mereka yang sudah mampu namun masih tidak merasa takut jatuh kepada zina. Barangkali karena memang usianya yang masih muda atau pun lingkungannya yang cukup baik dan kondusif. Orang yang punya kondisi seperti ini hanyalah disunnahkan untuk menikah, namun tidak sampai wajib. Sebab masih ada jarak tertentu yang menghalanginya untuk bisa jatuh ke dalam zina yang diharamkan Allah SWT. Bila dia menikah, tentu dia akan mendapatkan keutamaan yang lebih dibandingkan dengan dia diam tidak menikahi wanita. Paling tidak, dia telah melaksanakan anjuran Rasulullah SAW untuk memperbanyak jumlah kuantitas umat Islam.&lt;br /&gt;Dari Abi Umamah bahwa Rasulullah SAW bersabda,\"Menikahlah, karena aku berlomba dengan umat lain dalam jumlah umat. Dan janganlah kalian menjadi seperti para rahib nasrani. (HR. Al-Baihaqi 7/78)&lt;br /&gt;Bahkan Ibnu Abbas ra pernah berkomentar tentang orang yang tidak mau menikah sebab orang yang tidak sempurna ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pernikahan Yang Haram Hukumnya&lt;br /&gt;Secara normal, ada dua hal utama yang membuat seseorang menjadi haram untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tidak mampu memberi nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tidak mampu melakukan hubungan seksual. Kecuali bila dia telah berterus terang sebelumnya dan calon istrinya itu mengetahui dan menerima keadaannya. Selain itu juga bila dalam dirinya ada cacat pisik lainnya yang secara umum tidak akan diterima oleh pasangannya. Maka untuk bisa menjadi halal dan dibolehkan menikah, haruslah sejak awal dia berterus terang atas kondisinya itu dan harus ada persetujuan dari calon pasangannya. Seperti orang yang terkena penyakit menular dimana bila dia menikah dengan seseorang akan beresiko menulari pasangannya itu dengan penyakit. Maka hukumnya haram baginya untuk menikah kecuali pasangannya itu tahu kondisinya dan siap menerima resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua hal di atas, masih ada lagi sebab-sebab tertentu yang mengharamkan untuk menikah. Misalnya wanita muslimah yang menikah dengan laki-laki yang berlainan agama atau atheis. Juga menikahi wanita pezina dan pelacur. Termasuk menikahi wanita yang haram dinikahi (mahram), wanita yang punya suami, wanita yang berada dalam masa iddah. Ada juga pernikahan yang haram dari sisi lain lagi seperti pernikahan yang tidak memenuhi syarat dan rukun. Seperti menikah tanpa wali atau tanpa saksi. Atau menikah dengan niat untuk mentalak, sehingga menjadi nikah untuk sementara waktu yang kita kenal dengan nikah kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pernikahan Yang Makruh Hukumnya&lt;br /&gt; Orang yang tidak punya penghasilan sama sekali dan tidak sempurna kemampuan untuk berhubungan seksual, hukumnya makruh bila menikah. Namun bila calon istrinya rela dan punya harta yang bisa mencukupi hidup mereka, maka masih dibolehkan bagi mereka untuk menikah meski dengan karahiyah. Sebab idealnya bukan wanita yang menanggung beban dan nafkah suami, melainkan menjadi tanggung jawab pihak suami. Maka pernikahan itu makruh hukumnya sebab berdampak dharar bagi pihak wanita. Apalagi bila kondisi demikian berpengaruh kepada ketaatan dan ketundukan istri kepada suami, maka tingkat kemakruhannya menjadi jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pernikahan Yang Mubah Hukumnya&lt;br /&gt;Orang yang berada pada posisi tengah-tengah antara hal-hal yang mendorong keharusannya untuk menikah dengan hal-hal yang mencegahnya untuk menikah, maka bagi hukum menikah itu menjadi mubah atau boleh. Tidak dianjurkan untuk segera menikah namun juga tidak ada larangan atau anjuran untuk mengakhirkannya. Pada kondisi tengah-tengah seperti ini, maka hukum nikah baginya adalah mubah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111751185184939841?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111751185184939841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111751185184939841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111751185184939841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111751185184939841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/05/hukum-pernikahan-dalam-islam.html' title='Hukum Pernikahan Dalam Islam'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110300580685910681</id><published>2005-05-30T14:00:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T10:42:08.466+07:00</updated><title type='text'>Renungan untuk menikah...</title><content type='html'>proposal nikah..&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi,semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putusmemberikan nikmatNya kepada kita. Amin&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, sayatelah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman :"Kamiakan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam dirimereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itubenardan Maha Melihat segala sesuatu".&lt;br /&gt;Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, salingmembutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allahyang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrahpemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah !DanAlla h telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zinaadalahperbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itusungguhamat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukanperbuatan-perbuatanmaksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanyapikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belumlagikalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirinkawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupunKerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga¡¨, begitu katamereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahandanbersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yangcenderung bebas pada umumnya, rasanya t idak cukup tinta ini untuk sayatorehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatiankita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yangmelatarbelakangi saya ingin menyegerakan menikah.&lt;br /&gt;Dasar PemikiranDari Al Qur¡¦an dan Al Hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, danorang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki danhamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKANMENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya)danMaha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamumengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,&lt;&gt;baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dariapa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) darijenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakanbagikalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yangbaik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmuisteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasatenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagikaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagianmereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain.Mereka menyuruh (meng erjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar,mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah danRasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya AllahMahaPerkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telahmenjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudianDia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.(Qs.An Nisaa (4) : 1).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baikuntuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunandan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka(nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagiperempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatuketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka.Danbarangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telahberbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR.Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasihsayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnyamereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan AbuDawud). Jika ada manusia belum hidup bers ama pasangannya, berartihidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWTdan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW:"Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telahditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separohlainnya." (HR. Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baikperhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah?(HR. Tirmidzi, IbnuHibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karenamau menjauhkan dirinya dari yang haram."&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklahia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebihterpelihara."(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR.AbuDawud).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, danperbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknyajumlahmudi tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebihbaik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR.IbnuAdy dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidakmenikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yangmemilihhidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa maubertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlahdenganperempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masihsendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak,meluaskanrezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits). &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Tujuan Pernikahan &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendapatkan cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkandiri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkanikatan kekeluargaan &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Kesiapan Pribadi &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelahistikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ¡§Man Jadda Wa Jadda¡¨ (Siapa yangbersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Termasuk?tathhir (mensucikan diri).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secara materi, Insya Allah siap. ¡§Hendaklah orang yang mampumemberi nafkah menurut kemampuannya¡¨?(Qs. At Thalaq (65) : 7) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberiketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannyakewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hariakhir,janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingimahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR.Ahmad)dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum daribesi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR.Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik&lt;br /&gt;Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalahsebagai berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yangdisandang:Ir, DR, SE, SH, ST,&amp;nb sp; dsb&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakankebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuaidengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasisemata-matahanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapanridha dari?manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakinsekali..bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat didunia dan di akhirat kelak.)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram,dansemakin semangat menyelesaikan kuliah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Memperbaiki Niat :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dankecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujua n yang dituntutyang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Niat Ketika Memilih Pendamping&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silauakan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akanpernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yangmenikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapayang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkankerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjagapandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allahsenantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR.Thabrani)."&lt;br /&gt;Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin sajakecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta /tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akantetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yangshaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab(akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (AlHadits).&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ¡§Sesungguhnyaperempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dankecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Niat dalam Proses Pernikahan&lt;br /&gt;Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terusmenyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan.Mulaidari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah.Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hariketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yangkamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) :4).&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalahyangpaling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yangshahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda,"Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya(maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahalnilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa disisiAllah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR.Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi UmmuSulaimdengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari AnNasa'i)..Subhanallah..&lt;br /&gt;Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana danmudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkanprosespernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahanakan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekorkambing." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranyaharus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnyadalampemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran/nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapaikeridhoan Allah.&lt;br /&gt;Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ;misalnya: adanya pemisahan ant ara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan,tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standingparty-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh RasulullahSAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akanpengantindengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fiikhoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepadakalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secaraberlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnyajahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meraih Pernikahan Ruhani&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah,maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.&lt;br /&gt;Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yangberlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksuddengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANGAKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS?PULA (AlIzzah18 / Th. 2)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penutup &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnyasesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan.Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "JazakumullahKhairankatsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG L EBIH BAIK DARINYA.. Amiin" &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110300580685910681?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110300580685910681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110300580685910681' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110300580685910681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110300580685910681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/05/renungan-untuk-menikah.html' title='Renungan untuk menikah...'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111743817533899302</id><published>2005-05-30T13:50:00.000+07:00</published><updated>2005-05-30T14:29:35.346+07:00</updated><title type='text'>Kriteria Memilih Pasangan Hidup</title><content type='html'>1. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menentukan Kriteria&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam menentukan kriteria calon pasangan, Islam memberikan dua sisi yang perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;Pertama, sisi yang terkait dengan agama, nasab, harta maupun kecantikan.&lt;br /&gt;Kedua, sisi lain yang lebih terkait dengan selera pribadi, seperti masalah suku, status sosial, corak pemikiran, kepribadian, serta hal-hal yang terkait dengan masalah fisik termasuk masalah kesehatan dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;a. Masalah Yang Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang pertama adalah masalah yang terkait dengan standar umum. Yaitu masalah agama, keturunan, harta dan kecantikan. Masalah ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW dalam haditsnya yang cukup masyhur. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena agamanya, nasabnya, hartanya dan kecantikannya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat (HR.Bukhari, Muslim) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus masalah agama, Rasulullah SAW memang memberikan penekanan yang lebih, sebab memilih wanita yang sisi keagamaannya sudah matang jauh lebih menguntungkan ketimbang istri yang kemampuan agamanya masih setengah-setengah. Sebab dengan kondisi yang masih setengah-setengah itu, berarti suami masih harus bekerja ekstra keras untuk mendidiknya. Itupun kalau suami punya kemampuan agama yang lebih. Tetapi kalau kemampuannya pas-pasan, maka mau tidak mau suami harus`menyekolahkan` kembali istrinya agar memiliki kemampuan dari sisi agama yang baik. Tentu saja yang dimaksud dengan sisi keagamaan bukan berhenti pada luasnya pemahaman agama atau fikrah saja, tetapi juga mencakup sisi kerohaniannya (ruhiyah) yang idealnya adalah tipe seorang yang punya hubungan kuat dengan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Secara rinci bisa dicontohkan antara lain :&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Aqidahnya kuat  &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Ibadahnya rajin &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Akhlaqnya mulia &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Pakaiannya dan dandanannya memenuhi standar busana muslimah &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Menjaga kohormatan dirinya dengan tidak bercampur-baur dan ikhtilath dengan lawan jenis yang bukan mahram &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Tidak bepergian tanpa mahram atau pulang larut &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Fasih membaca Al-Quran Al-Kariem &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Ilmu pengetahuan agamanya mendalam &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Aktifitas hariannya mencerminkan wanita shalilhah &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Berbakti kepada orang tuanya serta rukun dengan saudaranya &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Pandai menjaga lisannya &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Pandai mengatur waktunya serta selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya â€¢      Selalu menjaga diri dari dosa-dosa meskipun kecil &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Pemahaman syariahnya tidak terbata-bata &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;â€¢      Berhusnuzhan kepada orang lain, ramah dan simpatik &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari sisi nasab atau keturunan, merupakan anjuran bagi seorang muslim untuk memilih wanita yang berasal dari keluarga yang taat beragama, baik status sosialnya dan terpandang di tengah masyarakat. Dengan mendapatkan istri dari nasab yang baik itu, diharapkan nantinya akan lahir keturunan yang baik pula. Sebab mendapatkan keturunan yang baik itu memang bagian dari perintah agama, seperti yang Allah SWT firmankan didalam Al-Quran Al-Kariem.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anakyang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. An-Nisa : 9) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila istri berasal dari keturunan yang kurang baik nasab keluarga, seperti kalangan penjahat, pemabuk, atau keluarga yang pecah berantakan, maka semua itu sedikit banyak akan berpengaruh kepada jiwa dan kepribadian istri. Padahal nantinya peranan istri adalah menjadi pendidik bagi anak. Apa yang dirasakan oleh seorang ibu pastilah akan langsung tercetak begitu saja kepada anak.&lt;br /&gt;Pertimbangan memilih istri dari keturunan yang baik ini bukan berarti menjatuhkan vonis untuk mengharamkan menikah dengan wanita yang kebetulan keluarganya kurang baik. Sebab bukan hal yang mustahil bahwa sebuah keluarga akan kembali ke jalan Islam yang terang dan baik. Namun masalahnya adalah pada seberapa jauh keburukan nasab keluarga itu akan berpengaruh kepada calon istri. Selain itu juga pada status kurangbaik yang akan tetap disandang terus ditengah masyarakat yang pada kasus tertentu sulit dihilangkan begitu saja. Tidak jarang butuh waktu yang lama untuk menghilangkan cap yang terlanjur diberikan masyarakat.&lt;br /&gt;Maka bila masih ada pilihan lain yang lebih baik dari sisi keturunan, seseorang berhak untuk memilih istri yang secara garis keturunan lebih baik nasabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;b. Masalah Yang Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masalah kedua terkait dengan selera subjektif seseorang terhadap calon pasangan hidupnya. Sebenarnya hal ini bukan termasuk hal yang wajib diperhatikan, namun Islam memberikan hak kepada seseorang untuk memilih pasangan hidup berdasarkan subjektifitas selera setiap individu maupun keluarga dan lingkungannya.  Intinya, meski pun dari sisi yang pertama tadi sudah dianggap cukup, bukan berarti dari sisi yang kedua bisa langsung sesuai. Sebab masalah selera subjektif adalah hal yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Karena terkait dengan hak setiap individu dan hubungannya dengan orang lain. &lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah kecenderungan dasar yang ada pada tiap masyarakat untuk menikah dengan orang yang sama sukunya atau sama rasnya. Kecenderungan ini tidak ada kaitannya dengan masalah fanatisme darah dan warna kulit, melainkan sudah menjadi bagian dari kecenderungan umum di sepanjang zaman. Dan Islam bisa menerima kecenderungan ini meski tidak juga menghidup-hidupkannya.  Sebab bila sebuah rumah tangga didirikan dari dua orang yang berangkat dari latar belakang budaya yang berbeda, meski masih seagama, tetap saja akan timbul hal-hal yang secara watak dan karakter sulit dihilangkan. &lt;br /&gt;Contoh lainnya adalah selera seseorang untukmendapatkan pasangan yang punya karakter dan sifat tertentu. Ini merupakan keinginan yang wajar dan patut dihargai. Misalnya seorang wanita menginginkan punya suami yang lembut atau yang macho, merupakan bagian dari selera seseorang. Atau sebaliknya, seorang laki-laki menginginkan punya istri yang bertipe wanita pekerja atau yang tipe ibu rumah tangga. Ini juga merupakan selera masing-masing orang yang menjadi haknya dalam memilih. Islam memberikan hak ini sepenuhnya dan dalam batas yang wajar dan manusiawi memang merupakan sebuah realitas yang tidak terhindarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;2. Melihat Langsung Calon Yang Terpilih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim apabila berkehendak untuk menikah dan mengarahkan niatnya untuk meminang seorang perempuan tertentu, diperbolehkan melihat perempuan tersebut sebelum ia mulai melangkah ke jenjang perkawinan, supaya dia dapat menghadapi perkawinannya itu dengan jelas dan terang, dan supaya tidak tertipu. Sehingga dengan demikian, dia akan dapat selamat dari berbuat salah dan jatuh ke dalam sesuatu yang tidak diinginkan. Ini adalah justru karena mata merupakan duta hati dan kemungkinan besar bertemunya mata dengan mata itu menjadi sebab dapat bertemunya hati dan berlarutnya jiwa.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata `Saya pernah di tempat kediaman Nabi, kemudian tiba-tiba ada seorang laki-laki datang memberitahu, bahwa dia akan kawin dengan seorang perempuan dari Anshar, maka Nabi bertanya: Sudahkah kau lihat dia? Ia mengatakan: Belum! Kemudian Nabi mengatakan: Pergilah dan lihatlah dia, karena dalam mata orang-orang Anshar itu ada sesuatu.` (Riwayat Muslim) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Mughirah bin Syu`bah bahwa dia pernah meminang seorang perempuan. Kemudian Nabi s.a.w. mengatakan kepadanya:`Lihatlah dia! Karena melihat itu lebih dapat menjamin untuk mengekalkan kamu berdua.`Kemudian Mughirah pergi kepada dua orang tua perempuan tersebut, dan memberitahukan apa yang diomongkan diatas, tetapi tampaknya kedua orang tuanya itu tidak suka. Si perempuan tersebut mendengar dari dalam biliknya, kemudian ia mengatakan: Kalau Rasulullah menyuruh kamu supaya melihat aku, maka lihatlah. KataMughirah: Saya lantas melihatnya dan kemudian mengawininya. (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Tarmizi dan ad-Darimi). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis ini Rasulullah tidak menentukan batas ukuran yang boleh dilihat, baik kepada Mughirah maupun kepada lain-lainnya. Justru itu sebagian ulama ada yang berpendapat: yang boleh dilihat yaitu muka dan dua tapak tangan, tetapi muka dan dua tapak tangan yang boleh dilihat itu tidak ada syahwat pada waktu tidak bermaksud meminang. Dan selama peminangan itu dikecualikan, maka sudah seharusnya si laki-laki tersebut boleh melihat lebih banyak dari hal-hal yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dalam hal ini Rasulullah s.a.w. pernah bersabda dalam salah satu haditsnya sebagai berikut: &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;`Apabila salah seorang di antara kamu hendak meminang seorang perempuan, kemudian dia dapat melihat sebahagian apa yang kiranya dapat menarik untuk mengawininya, maka kerjakanlah.` (Riwayat Abu Daud) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;3. Batasan Untuk Melihat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sementara ulama ada yang sangat ekstrim dalam memberikan kebebasan batas yang boleh dilihat, dan sementara ada juga yang ekstrim dengan mempersempit dan keras. Tetapi yang lebih baik ialah tengah-tengah. Justru itu sebagian ahli penyelidik memberikan batas, bahwa seorang laki-laki di zaman kita sekarang ini boleh melihat perempuan yang hendak dipinang dengan berpakaian yang boleh dilihat oleh ayah dan mahram-mahramnya yang lain. Selanjutnya mereka berkata: bahwa si laki-laki itu boleh pergi bersama wanita tersebut dengan syarat disertai oleh ayah atau salah seorang mahramnya dengan pakaian menurut ukuran syara` ke tempat yang boleh dikunjungi untuk mengetahui kecerdikannya, perasaannya dan kepribadiannya.&lt;br /&gt;Semua ini termasuk kata sebagian yang disebut dalam hadis Nabi di atas yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;`... kemudian dia dapat melihat sebagian apa yang kiranya dapat menarik dia untuk mengawininya.` Dibolehkan juga si laki-laki melihat perempuan dengan sepengetahuan keluarganya; atau sama sekali tidak sepengetahuan dia atau keluarganya, selama melihatnya itu bertujuan untuk meminang. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seperti apa yang dikatakan Jabir bin Abdullah tentang isterinya: &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;`Saya bersembunyi di balik pohon untuk melihat dia.`&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dari hadis Mughirah diatas kita tahu, bahwa seorang ayah tidak boleh menghalang-halangi anak gadisnya untuk dilihat oleh orang yang berminat hendak meminang dengan dalih tradisi. Sebab yang harus diikuti ialah tradisi agama, bukan agama harus mengikuti tradisi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Namun di balik itu, seorang ayah dan laki-laki yang hendak meminang maupun perempuan yang hendak dipinang, tidak diperkenankan memperluas mahramnya, seperti yang biasa dilakukan oleh penggemar-penggemar kebudayaan Barat dan tradisi-tradisi Barat. Ekstrimis kanan maupun kiri adalah suatu hal yang amat ditentang oleh jiwa Islam &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111743817533899302?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111743817533899302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111743817533899302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111743817533899302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111743817533899302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/05/kriteria-memilih-pasangan-hidup.html' title='Kriteria Memilih Pasangan Hidup'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111597941170068093</id><published>2005-05-13T17:11:00.000+07:00</published><updated>2005-05-13T17:16:51.710+07:00</updated><title type='text'>Renungan untuk kita semua</title><content type='html'>Oleh : Mahfuz Sidik (Kedua Departemen Kaderisasi DPP PKS) (Majalah SAKSI No 11 Tahun VII 2 Maret 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini saya banyak diskusi dengan istri tentang gejala " syahwat lawan jenis". Istri saya termasuk akhwat yang cukup "cerewet" soal gejala-gejala tidak sehat mengenai perilaku hubungan antara ikhwan dan akhwat. "Jangan sampai menjadi perusak masa depan dakwah kita..!", demikian hujjah balighah yang kerap meluncur dari dirinya kepada saya. Dan ketika saya meresponnya dengan kalem, pressure pun muncul. "Abi kan mas'ul kaderisasi. Abi tanggung jawab kalau nanti terjadi apa-apa pada dakwah ini ...!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat saya akan menulis kolom ini, istri saya baru melontarkan serangan barunya, Abi denger nih.. Ummi dapet berita shahih kalau ada mas' ul dakwah kampus pacarin 11 akhwat, dan 4 diantaranya ternyata hamil...!! " Saya mencoba merespon dengan santai - karena sedang mikir tema apa yang harus ditulis - dengan mengatakan agar berita itu ditabayyun dulu. Tetapi justru saya disergah : "Ya tugas abi dong yang harus men-tabayyun ! Abi kan punya akses dan kewenangan !". Saya mencoba mulai menulis . Tetapi belum lagi ketemu tema tulisan, saya dibombardir oleh pertanyaan lain :"Bi emang bener ustadz Fulan nikah lagi, dan sebelumnya pake pacaran segala?" Alhasil, tanpa diniatkan sebelumnya akhirnya saya menulis tema ini. Kebetulan sehari sebelumnya saya mendapatkan short massage service (sms) daris seorang akh yang mengomentari tulisan saya berjudul "SMS". Komentarnya berterima kasih atas tulisan tersebut, karena memang itulah fenomena yang terjadi di lapangan. Pikir saya, biarlah sekalin menulis tema yang lebih "serem" sebagai tadzkirah. Fadzakir inna adz-adzikara tanfa'ul mu'minin!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saya mencoba merenungi kembali dasar masalah " syahwat lawan jenis". Nabi Adam as diciptakan Allah SWT sebagai manusia pertama dan satu-satunya pada saat itu. Beliau ditempatkan di dalam syurga yang penuh kenikmatan tak terhingga. Tetapi apa yang terjadi ? Nabi Adam merasa "kurang nikmat" menikmati kenikmatan syurga seorang diri. Ia menginginkan seorang wanita. Lalu apa yang terjadi ? Nabi Adam dan istrinya tertipu oleh syaitan sehingga melanggar prinsip-prinsip ?syahwat lawan jenis? yang diatur oleh Allah SWT. Perhatikan firman Allah : "Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh syetan sebagaimana halnya dia (syeitan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari syurga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya"(QS. Al A'raaf:27). Nabi Adam dan istrinya merintis kehidupan baru komunitas manusia di muka bumi dengan berbekal ampunan dan hidayah Allah SWT. Tetapi apa yang kemudian dicatat oleh sejarah ? Kejahatan pertama di muka bumi adalah perebutan dua orang laki-laki terhadap seorang wanita, dan berakhir dengn aksi pembunuhan. "Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya (Habil) , kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka terjadilah dia termasuk orang yang merugi" (QS. Al- Maidah : 30). Lalu sejarah umat dan bangsa-bangsa menunjukkan bagaimana kehancuran di banyak peradaban mereka justru karena "syahwat lawan jenis" . Rasulullah SAW pernah berpesan : "Sesungguhnya dunia ini manis dan menyegarkan...Maka takutlah kepada wanita, karena cobaan yang pertama terhadap Bani Israil ialah karena wanita." (Al Jami' Ash-Shagir, 2/179). Jadi dasar dari semua masalah ini adalah dahsyatnya dorongan dan pengaruh yang muncul dari "syahwat lawan jenis", yang tidak ada seorang manusia pun bisa membebaskan diri darinya. Bahkan seperti yang diungkapkan Rasulullah, ia manis dan menyegarkan. Atau seperti ungkapan Allah, ia dipandang indah dan menyenangkan. "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadaap syahwat berupa wanita"(QS Ali Imran :14) Allah tentu saja menjadikan "syahwat lawan jenis" sebagai unsur kekuatan manusia dalam menbangun kehidupan dan peradabannya. Dengan syahwat inilah, manusia menyuburkan nilai rasa, emosi , kasih dan cinta agar kehidupan dunia "manis dan menyegarkan". Dengan syahwat ini, manusia memiliki dorongan untuk "hidup bersama" dalam ikatan perkawinan dan keluarga agar leluasa mengekspresikan luapan rasa, emosi, kasih dan cintanya sampai dalam bentuk hubungan seksual. Dengan syahwat inilah, keluarga-keluarga menghasilkan anak-keturunannya untuk menyempurnakan kesenangan, kebahagiaan, dan kebanggaan. Dengan syahwat ini pula, manusia membangun norma, etika, adat, estetika dan syari?at yang mampu memelihara dan mengkokohkan unsur kekuatan yang sangat mendasar sifatnya ini, tanpa menyebabkan kerusakan dari kerusakan dan kehancuran tata kehidupan sosialnya. Kita adalah umat dakwah. Sekumpulan orang yang mengemban misi untuk mengajak dan membimbing manusia kepada kehidupan yang baik. Agar mereka bisa mengelola syahwat lawan jenisnya secara benar dan baik, sehingga kebaikan dan keberlangsungan peradabannya bisa terjaga. Kita mendakwahi mereka kepada syari'at yang membimbing syahwat lawan jenis secara benar. Tentu saja bukan sekedar dengan kata-kata, tetapi juga dengan teladan amal. Bahwa kader-kader dakwah - yang semoga dipelihara Allah SWT - secara konsisten berkomitmen menjalankan syari'at ini. Dan manusia menyaksikan kebenaran syari'at bukan dari kata-kata kita, tetapi dari apa yang kita amalkan. Apa yang perlu menjadi perhatian dan keprihatinan kita saat ini Saya sebutkan saja satu per satu berbagai gejala yang saya dengar dan saya lihat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Adab ikhwan dan akhwat mulai bergeser ke arah yang membuka celah syahwat lawan jenis. Berbicara tatap-muka dengan jarak yang dekat dan sering bertatapan mata, misalnya. Atau komunikasi lewat telpon dengan irama suara yang membuat seorang ikhwan 'menikmati" suara akhwat lawan bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Keterdesakan atau keterpaksaaan yang menggiring kepada suatu yang "tidak boleh terjadi !". Misalnya akhwat "terpaksa" dibonceng motor oleh ikhwan gara-gara rapat baru selesai malam hari, dan jalan menuju halte bus atau rumahnya cukup jauh serta "tidak aman" . Atau rapat baru dalam satu ruangan yang "sempit" sehingga ikhwan dan akhwat duduk berdampingan tanpa jarak yang aman atau tanpa hijab. Dalam forum-forum seperti ini, akhwat tidak membiasakan diri bicara dengan tegas dan lugas. Ingat suara wanita adalah aurat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Bergesernya mode pakaian akhwat yang ?mengundang? pandangan syahwat kaum ikhwan. Mulai dari jilbab yang "kependekan" sehingga tidak menutup dadanya dengan sempurna atau bila tertiup angin bisa menampakan bagian leher dan rambut belakangnya. Lalu bahan pakaian yang "lebih tipis" dan pilihan warna yang "flamboyan". Atau menggunalkan sepatu berhak "cukup tinggi", sehingga mengundang perhatian pada langkah dan pinggul belakang akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Bergesernya nilai seni Islam dari senandung jihad dan iman kepada senandung hiburan semata. Lalu mulai muncul akhwat-akhwat yang menggemari "munsyid" daripada "nasyid"-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Keterbukaan pergaulan dakwah antara ikhwan dan akhwat menggiring prefensi memilih jodoh kepada apa yang menarik dari "pandangan mata" dan bukan menarik dari "pandangan dakwah". Akibarnya, semangat mencari jodoh sendiri begitu menggebu, dan murabbi tinggal menunggu konfirmasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Konsultasi dakwah masalah pribadi atau rumah tangga yang kemudian berbuah simpati sampai jatuh hati. Tidak sedikit seorang da'i yang berawal dari semangat dakwah terhadap lawan jenis justru berubah arah menjadi ajang "perselingkuhan" baru. Alih-alih membantu menyelesaikan masalah malah menambah masalah. Ada satu dua ustadz yang menikah (lagi) dengan "wanita" yang semula menjadi "pasien" dakwahnya. Rupanya ustadz ikut ketularan penyakit pasiennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Semangat menikah (lagi) melalui prosedur resmi, tetapi di- muqaddimahi dengan hubungan "ala pacaran" Dalihnya sederhana, "wanita calon istri" kan harus dikenalkan dulu dengan istri pertama dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) Ketidakmampuan membina kehidupan suami-istri yang selalu ? menggairahkan? beralih kepada semangat ?mencari yang baru?. Sebagai sebab dari ketidakmampuan ini adalah qillatul-ilmi (sedikit ilmu) tetang seni berumah tangga dan seni mengaloh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(9) Sebagian kecil ikhwan mulai memasuki usia 40, dan katanya ini fase "recycling" dengan dalih "life started at fourty" hidup dimulai dari usia 40 tahun. Aktualisasinya adalah muncul ?kegenitan? jilid kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(10) Masih ada lagi, tetapi saya cukupkan saja dulu. Mari merenung!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111597941170068093?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111597941170068093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111597941170068093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111597941170068093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111597941170068093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/05/renungan-untuk-kita-semua.html' title='Renungan untuk kita semua'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111466561658882268</id><published>2005-04-28T12:17:00.000+07:00</published><updated>2005-04-28T12:20:16.590+07:00</updated><title type='text'>SEPULUH WASIAT DARI IMAM AL-SYAHID HASSAN AL-BANNA</title><content type='html'>1.Apabila mendengar azan maka bangunlah untuk sholat serta-merta walau bagaimanapun keadaan mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Bacalah al-Quran, pahamilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis- majlis ilmu, dan amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang buang waktu dalam hal yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Berusahalah untuk berkata dalam bahasa Arab karena bahasa Arab yang betul itu adalah satu-satunya syiarIslam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Janganlah berselisih dalam perkara apapun dengan saudaramu, kerana perselisihan tidak mengantar pada kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Janganlah banyak tertawa karena hati yang senantiasa berhubungan dengan Allah itu senantiasa tenang lagi tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Janganlah banyak bergurau kerana umat yang sedang berjuang (berjihad) selalu bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Janganlah bersuara lebih keras dariyang diperlukan oleh pendengar kerana suara keras itu adalah suatu hal yang sia-sia, malah mungkin menyakiti hati orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Jauhilah mengumpat dan mengecam pribadi orang,atau kelompok, dan janganlah berkata melainkan perkataan yang memberi kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Perkayalah ukhuwah dan silaturahim, dengan mengenal lebih banyak saudaramu yang muslim yang ditemui karena asas gerakan dakwah kita ialah berkenal-kenalan dan berkasih-sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Kewajiban-kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang kita miliki, oleh karena itu gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya dan jangan tunda atau lalai dalam melaksanakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111466561658882268?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111466561658882268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111466561658882268' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111466561658882268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111466561658882268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/04/sepuluh-wasiat-dari-imam-al-syahid.html' title='SEPULUH WASIAT DARI IMAM AL-SYAHID HASSAN AL-BANNA'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111440694833380850</id><published>2005-04-25T12:19:00.000+07:00</published><updated>2005-05-13T17:31:49.083+07:00</updated><title type='text'>10 Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak!</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;1. Tidak mau sarapan. Banyak orang menyepelekan sarapan, padahal tidak mengkonsumsi makanan di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah.Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;2. Kebanyakan makan. Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun kita pada menurunnya kekuatan mental. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;3. Merokok. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak kita.Bayangkan, otak kita bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya.Tak ayal diwaktu tua kita rawan Alzheimer. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula. Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;5. Polusi udara.Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara.Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;6. Kurang tidur.Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak justru mati kelelahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;7. Menutup kepala ketika sedang tidur.Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit.Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;9. Kurangnya stimulasi otak.Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak.Kurang berpikir justru membuat otak menyusut dan akhirnya tidakberfungsi maksimal.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;10. Jarang bicara.Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111440694833380850?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111440694833380850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111440694833380850' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111440694833380850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111440694833380850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/04/10-kebiasaan-buruk-yang-merusak-otak.html' title='10 Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak!'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111320104007515121</id><published>2005-04-11T13:28:00.000+07:00</published><updated>2005-04-11T13:30:40.076+07:00</updated><title type='text'>Site info tentang Palestina</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.infopalestina.com/"&gt;http://www.infopalestina.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111320104007515121?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111320104007515121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111320104007515121' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111320104007515121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111320104007515121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/04/site-info-tentang-palestina.html' title='Site info tentang Palestina'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111293128988126152</id><published>2005-04-08T10:15:00.000+07:00</published><updated>2005-04-08T10:42:57.300+07:00</updated><title type='text'>Tadabbur Al-Anfal</title><content type='html'>Al-Anfal:20&lt;br /&gt;"Hai orang-orang beriman, taatlah kepada 4W1 dan rasul-rasulNya, dan janganlah kamu berpaling dariNya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahNya).&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bagi mu'min, taat kepada 4W1 dan rasul adalah suatu keniscayaan. Taat kepada 4W1 berarti meneladani rasul dalam berbagai hal kehidupan. Dan taat kepada 4W1 otomatis tatt kepada rasul. Jangan melupakan hak-hak 4W1 terhadap diri kita saat ingat bahwa kita punya kewajiban itu. Kenapa mendengar, ini diidentikkan saat kita mendengar azan sebagai panggilan/ pemberitahuan waktu shalat. shalat merupakan hal pertama yang akan ditanyakan kepada kita di yaumil hisab nanti.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="left"&gt;Al-Anfal:21&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata,"Kami mendengarkan", padahal mereka tidak mendengarkan"&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hindarilah ciri kaum(orang-orang, red) munafik, yaitu orang-orang yang mendengarkan nasehat/da'wah kebenaran ini, namun tidak menjalankannya (layaknya orang yang tidak mendengar maka dia tidak akan beraksi).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Al-Anfal:22&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi 4W1 ialah orang yang pekak dan bisu yang tidak mengerti apapun.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Makhluk buruk dianalogikan dengan binatang, walaupun makhluk itu manusia. Manusia terburuk di sisi 4W1 ialah orang yang tidak mau mendengarkan, menuturkan dan memahami kebenaran. Tidak mengerti apapun dapat termasuk orang yang merasa mengetahui sesuatu atau segalanya padahal ia tidak mempunyai ilmu terhadapanya. Ini dapat diartikan sebagai perintah agar kita selalu responsif (terbuka dalam menerima input dari luar), menyebarkan kebenaran kepada siapapun dan selau mengupgrade ilmu (karena sesungguhnya hikmah adalah milik umat Islam yang hilang dan carilah dimana saja ia berada).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Al-Anfal:23&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kalau kiranya 4W1 mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah 4W1 menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau 4W1 menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Salah satu al-Asma'ul Husna (nama-nama yang paling baik) yang dimilik 4W1 adalah al-a'liim (Yang Maha Mengetahui). Berarti 4W1 mengetahui bahwa tidak ada kebaikan pada mereka sehingga mereka dijadikan tidak dapt mendengar. Karena 4W1 mengetahui bahwa mereka pasti tetap menjadi orang yang pekak dan bisu yang tidak mengerti apapun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111293128988126152?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111293128988126152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111293128988126152' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111293128988126152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111293128988126152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/04/tadabbur-al-anfal.html' title='Tadabbur Al-Anfal'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111286048947992995</id><published>2005-04-07T14:40:00.000+07:00</published><updated>2005-04-07T14:54:49.483+07:00</updated><title type='text'>Kiat Sehat Ala....Rasulullah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat subuh berjamaah.&lt;br /&gt;Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;- Berlimpah pahala dari Allah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;- Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TBC&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Rasul selalu senantiasa rapi &amp; bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.&lt;br /&gt;"Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman" (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sabda Rasul : "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) "(Muttafaq Alaih)&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.&lt;br /&gt;Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4. GEMAR BERJALAN KAKI&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akanmengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar.&lt;br /&gt;Ini penting untuk mencegah penyakit jantung&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;5. TIDAK PEMARAH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi sampai 3 kali.&lt;br /&gt;Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;- Segeralah berwudhu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras serta tawakal kepada Allah SWT&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;7. TAK PERNAH IRI HATI&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Untuk menjaga stabilitas hati &amp;amp; kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;::Ya Allah,bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat mahmudah...:&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111286048947992995?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111286048947992995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111286048947992995' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111286048947992995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111286048947992995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/04/kiat-sehat-alarasulullah.html' title='Kiat Sehat Ala....Rasulullah'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111276916269794955</id><published>2005-04-06T13:32:00.000+07:00</published><updated>2005-04-06T13:32:42.696+07:00</updated><title type='text'>Site lirik-lirik nasyid</title><content type='html'>&lt;a href="http://liriknasyid.com"&gt;http://liriknasyid.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111276916269794955?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111276916269794955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111276916269794955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111276916269794955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111276916269794955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/04/site-lirik-lirik-nasyid.html' title='Site lirik-lirik nasyid'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111197764733066116</id><published>2005-03-28T09:37:00.000+07:00</published><updated>2005-03-28T09:40:47.340+07:00</updated><title type='text'>Sinyal Kemenangan Umat Islam</title><content type='html'>Oleh DR. Abdul Aziz Ranteesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mayoritas orang pada hari-hari ini memprediksi bahwa umat islam berada pada titik nadir kelemahannya dan kekalahannya dari musuh-musuhnya, sesungguhnya menurut saya itu salah total. Karena justru dibalik itu semua ada sinyal dan indicator kuat kemenangan umat islam yang mencengangkan musuhnya.&lt;br /&gt;          Kemenangan itu memang belum bersifat realitas militer  dan persenjataan, tetapi berbentuk sinyal-sinyal yang kuat untuk menggapai kemenangan militer. Karena kemenangan militer adalah kemenangan terakhir yang biasanya didahuli oleh berbagai kemenangan lainnya.&lt;br /&gt;          Tidak sedikit orang yang bertanya-tanya, apa bentuk kemenangan umat islam? Sementara banyak negara islam yang berada di bawah penjajahan musuh-musuh Allah? Palestina menjerit di bawah cengkraman zionis yahudi, masjid Al Aqsha seolah meronta ingin melepaskan diri dari injakan kaki-kaki zionis. Sementara rakyat Palestina setiap pagi harus mengantar puluhan bahkan ratusan jenazah ke pemakaman, umat islam di Afghanistan dibombardir, umat islam di Iraq di koyak-koyak dijajah yang menjadikan mereka tamu di negeri sendiri karena banyak wilayahnya yang berada di bawah kekuasaan AS. &lt;br /&gt;          Untuk menjawab semua pertanyaan dan kebimbangan itu, mari kita mencoba untuk mengingat sebuah realitas logis dari sebuah sebab akibat yang terkait erat. Bahwa kekalahan umat islam dalam sisi militer akibat dari kekalahan mereka dari sisi ilmu pengetahuan dan pemikiran.&lt;br /&gt;Dengan menggalakan ghozwul fikri (perang pemikiran), pihak agresor peradaban Barat mampu mencetak “budak-budak” dari umat islam sebagai oreintalisme bak busur racun yang membawa peradaban barat ke tangah umat islam. Para budak itu dibuat terkesima dan loyal terhadap kecanggihan peradaban barat. Sehingga mereka berjuang dan bekerja keras untuk menjadikan umat islam berkepridian barat secara total dan menanggalkan agama Allah. &lt;br /&gt;Eksistensi orientalis lebih membahayakan umat islam daripada penjajahan barat secara militer sekalipun. Karena mereka ibarat musuh dalam selimut. Pada realitasnya para orientalis merasa peradaban islam kalah satu langkah dari peradaban barat yang dipandangnya lebih maju, modern dan ofensif. Perasaan ‘minder’ seperti itu mereka susupkan ke dalam pemikiran umat islam.&lt;br /&gt;Para orientalis tidak lagi mengingat keunggulan dan kekuatan peradaban umat islam. Seandainya mereka mampu mengeksploitasinya demi kemaslahatan umat islam – yang mereka sendiri merupakan bagian tak tepisahkan darinya – maka  kekuatan itu akan bangkit kembali dari “tidur lelapnya” seperti pernah berjaya 14 abad yang lalu.&lt;br /&gt;Tetapi nampaknya para orientalis itu sudah berkeyakinan bahwa kekuatan dan potensi umat islam sudah mati dan tidak mungkin bangkit lagi. Karenanya mereka lebih loyal kepada peradaban barat ketimbang berusaha membangun kembali peradaban dan kekuatan umat islam. Karenanya pula eksistensi oreintalis menjadi penyebab utama kekalahan umat islam dari sisi militer.&lt;br /&gt;          Definisi Ghozwul Fikri menurut Syeikh Abdul Aziz Bin Baz: “Ghozwul Fikri merupakan terminology baru yang mengindikasikan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok golongan/bangsa dengan tujuan menguasai golongan/bangsa lainnya atau untuk mempengaruhinya dan mengarahkannya ke arah tertentu”.&lt;br /&gt;          Pada hakikatnya gerakan Ghozwul Fikri yang dilancarkan oleh pihak barat dengan menelurkan gerakan orientalisme lebih berbahaya daripada serangan militer. Karena Ghozwul Fikri berjalan secara rahasia dan tersembunyi sehingga bangsa yang terjajah tidak merasakannya. Karenanya mereka sama sekali tidak mempunyai kesiapan untuk membalasnya. Kondisi seperti ini jelas akan mempermudah setiap bangsa yang dijajah dengan Ghozwul Fikri menjadi mangsa yang empuk bagi penjajahnya.&lt;br /&gt;          Akibat Ghozwul fikri, umat islam menjadi umat yang ‘sakit’ baik sisi pemikirannya ataupun sisi perasaannya. Yang mempunyai kebiasaan “melakukan apa yang disukai oleh para musuhnya dan membenci apa yang dibencinya”.&lt;br /&gt;          Ghozwul fikri menjadi ancaman serius bagi identitas umat islam. Perang dengan Ghozwul fikri bisa mengancam orisinalitas dan kekuatan umat islam yang mayoritas mereka tidak merasakan bahwa mereka adalah pihak yang menjadi sasaran dari gerakan Ghozwul Fikri.   &lt;br /&gt;          Karenanya sangat sulit memcari solusi untuk melepaskan umat islam dari cengkraman Ghozwul Fikri. Karena selain umat islam tidak merasa terjajah juga karena dengan Ghozwul Fikri mereka merasa rendah diri dan tertinggal zaman. Sehingga rasa percaya diri mereka hilang yang mengakibatkan kekuatan untuk melawan dan menghadapi semua serangan global budaya barat menjadi melemah bahkan mati sama sekali.&lt;br /&gt;          Dalam masalah konflik Palestina saja kita saksikan, tidak ada kesungguhan umat islam dalam mengusir penjajah dengan berbagai kekuatan yang mereka miliki. Justru sebaliknya mayoritas umat islam hanya menunggu kelemahan musuh saja. Mereka hanya menunggu hasil pemilu Israel yang akan segara di lakukan dengan harapan kekalahan Sharon dan kekeliuran Bush dalam menerapkan kebijakan politiknya. Mereka lupa bahwa semua zionis itu sama dengan Sharon dan berotak Sharon dan bahwasannya semua orang Amerika Serikat itu tidak akan berbeda jauh dengan Bush. Atau mereka lupa bahwa yang bisa membalikan kekalahan umat islam menjadi kemenangan adalah kita sendiri bukan mengharap hadiah kemerdekaan dari musuh!!!!&lt;br /&gt;          Setelah kekalahan mereka pada perang salib, musuh-musuh islam sudah mengetahui dengan seksama bahwa serangan militer tidak akan bisa mengalahkan umat islam secara totalitas. Serangan militer selain hanya menghamburkan biaya yang banyak juga hanya menghasilkan keuntungan sesaat saja. Sehingga menurut padangan mereka untuk mengalahkan umat islam secara total dan permanen harus dilakukan serangan terhadap dunia islam lewat pemikiran.   &lt;br /&gt;          Dengan demikian, akhirnya negara-negara barat meninggalkan perang militer, mereka kini lebih mengutamakan memerangi umat islam dengan perang urat syaraf. Dan terbukti hasilnya sangat memuaskan mereka. Di mana banyak umat islam yang terpengaruhi sehingga menjadi islamopobio. Mereka yang islampobii beranggapan bahwa peradaban barat lebih sempurna dan maju. Sementara paradaban islam sangat tertinggal dan sudah tidak relevan lagi untuk memenuhi kemajuan zaman modern seperti sekarang ini.         &lt;br /&gt;          Karenanya banyak di antara kita umat islam yang menyerahkan dan menggadaikan negeri, harta,  harga diri dan bahkan mungkin leher sendiri kepada kepentingan negara barat.&lt;br /&gt;          Para budak barat dan orientalis mulai berani menghina dan melemahkan keunggulan agama islam. Mereka menganggap semua umat islam tidak mempunyai daya kompetitif dengan barat. Bahkan mereka tidak segan untuk menjelekan sebuah kelompok yang tidak loyal kepada kepentingan barat.&lt;br /&gt;          Yang sangat menyesakan dada kita adalah bahwa realitasnya yang meneriakan bahwa islam itu lemah dan ketinggalan zaman bukanlah musuh islam, tetapi justru orang islam sendiri yang sudah memakan semua doktrin barat secara mentah-mentah. Mereka menganjurkan semua orang islam di manapun mereka berada termasuk yang berada di Palestina untuk tidak melakukan perlawanan kepada musuhnya. Kita umat islam dilarang untuk berdiri secara tegak dan mulia di hadapan orang barat. Kita harus merunduk di hadapan mereka. Itu mungkin yang diinginkan oleh para budak-budak kebudayaan itu.&lt;br /&gt;          Mereka seolah mengharamkan yang halal ketika mereka melarang untuk melakukan perlawanan. Mereka seolah menghalalkan yang haram ketika mereka berani “memberikan” tanah umat islam kepada musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;          Dunia barat terus mengawasi perjalanan perang urat syaraf yang mereka jalankan. Mereka mengawasi siapa dan kelompok mana saja yang sudah masuk dalam perangkapnya. Dan kelompok mana saja yang masih setia loyal kepada islam sebagai syari’atnya. Sebuah kelompok yang tidak kenal kata menyerah kepada peradaban dan kepentingan barat. Mereka tidak mempunyai kata pilihan kecuali “melawan”.&lt;br /&gt;          Walaupun realitasnya memang pada hari-hari ini lebih banyak orang dan pihak yang menyerah kepada kepentingan musuh-musuh islam ketimbang loyal kepada syari’at Allah. Yang mengakibatkan umat islam berada pada posisi yang kalah sebagai korban perang urat syaraf.&lt;br /&gt;          Tetapi realitas kontemporer nampaknya mulai ada balancing antara umat islam yang loyal kepada kepentingan barat dan umat islam “sejati” yang lebih loyal kepada agamanya. Hal ini karena maraknya shohwah islamiyyah yang menimbulkan keadaran keislaman dalam diri umat islam secara keseluruhan. Banyak di antara umat islam yang mulai menyadari peran agamanya dan ancaman  terhadapnya.&lt;br /&gt;          Kondisi ini mampu menyadarkan sebagian umat islam akan kekalahan mereka hari demi hari. Banyak umat islam yang sadar setelah melihat insiden di berbagai sudut dunia islam yang terjadi konflik. Seperti di Palestina, Lebanon, Filiphina, Chechnya, Kashmir, Afghanistan, Bisnia dan yang lainnya yang mampu memperlihatkan bagaimana pengorbanan umat islam seharusnya harus di lakukan. Kondisi ini juga mampu menyadarkan sebagaian kalangan umat islam bahwa umat islam masih mempunyai kemampuan untuk menang kalau pemikiran mereka tidak diperbudak oleh barat dan musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;           Para relawan dari oreintalis dan misioneris merasa prustasi ketika melihat realitas umat islam yang kembali kepada orisinalitas agamanya dengan penuh kesadaran. Padahal selama ini mereka para misionaris dan oreintalis telah dibekali dengan milyaran dollar AS dan dilengkapi dengan fasilitas peralatan teknologi yang canggih untuk menarik lebih banyak simpatisan dari umat islam agar menjadi loyalis barat dan peradabannya.&lt;br /&gt;          Jauh dari prediksi mereka, bahwa para mujahidin di Palestina yang meledakan dirinya dengan bom, pada mujahidin di berbagai sudut dunia telah mampu membangkitkan kembalim ghirah islamiyyah yang telah lama hilang dalam hati sanubari umat islam.&lt;br /&gt;          Kesadaran umat islam yang begitu cepat untuk kembali kepada syari’atnya yang akan membawa kepada kemenangan bagi mereka telah membuat zionis dan dunia barat terutama AS kalap. Sehingga mereka kini mulai berani menggunakan kekuatan militer untuk menguasai tanah dan dunia islam secara menyeluruh. Hal ini menjadi indikasi kekalahan mereka dalam perang urat syaraf dan pemikiran melawan umat islam.&lt;br /&gt;          Sesungguhya kondisi kesadaran umat islam karena bercermin kepada kisah pada mujahidin di medan juang dan menghempaskan loyalitas kita kepada dunia barat merupakan kemenangan hakiki yang akan membawa kita ke alam kemenangan militer secara realistis. Kini kita umat islam sedang meretas jalan memenangkan perang urat syaraf, karena semakin banyak umat islam yang menyadari kehahatan musuh-musuhnya yang picik dengan cara yang sangat halus.&lt;br /&gt;          Kondisi seperti ini merupakan indikasi kuat kemenangan militer umat islam di masa yang akan datang. Karena kemenangan dalam perang pemikiran dan urat syaraf merupakan kemenangan yang sesungguhnya…kemenangan umat islam dalam perang urat syaraf sudah memperlihatkan sinyalnya…maka marilah kita sadarkan umat ini tentang kondisi yang sesungguhnya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111197764733066116?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111197764733066116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111197764733066116' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111197764733066116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111197764733066116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/sinyal-kemenangan-umat-islam.html' title='Sinyal Kemenangan Umat Islam'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111111635148523411</id><published>2005-03-18T10:24:00.000+07:00</published><updated>2005-03-18T10:25:51.486+07:00</updated><title type='text'>Milis SPSS</title><content type='html'>Berita terbaru...telah dibuka milis mengenai SPSS dan semua product line-nya. (SPSS Family, Answer Tree, Decision Time, Amos, SPSS Data Entry, SPSS Market Research/Dimensions, Data Mining/CLEMENTINE, dsb..dsb)..&lt;br /&gt;Alamatnya yaitu &lt;a href="http://us.f409.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=seputar_spss-subscribe@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;seputar_spss-subscribe@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111111635148523411?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111111635148523411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111111635148523411' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111111635148523411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111111635148523411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/milis-spss.html' title='Milis SPSS'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111104647913874990</id><published>2005-03-17T15:00:00.000+07:00</published><updated>2005-03-28T09:33:43.320+07:00</updated><title type='text'>site e-book gratis</title><content type='html'>&lt;a href="http://truncode.sourceforge.net/" target="_blank"&gt;http://truncode.sourceforge.net/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua ebook di sini berformat pdf dan semuanya full-text.&lt;br /&gt;Temanya tentang scientific computing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111104647913874990?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111104647913874990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111104647913874990' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111104647913874990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111104647913874990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/site-e-book-gratis.html' title='site e-book gratis'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111095981579531849</id><published>2005-03-16T14:43:00.000+07:00</published><updated>2005-03-16T15:02:13.930+07:00</updated><title type='text'>site Terjemah Quran dlm berbagai bahasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://quran.al-islam.com/"&gt;http://quran.al-islam.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111095981579531849?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111095981579531849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111095981579531849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111095981579531849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111095981579531849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/site-terjemah-quran-dlm-berbagai.html' title='site Terjemah Quran dlm berbagai bahasa'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111093991109974000</id><published>2005-03-16T09:22:00.000+07:00</published><updated>2005-03-16T09:25:11.103+07:00</updated><title type='text'>Ibu</title><content type='html'>Ribuan kilo jalan yang kau tempuh&lt;br /&gt;Lewati rintang untuk aku anakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku sayang masih terus berjalan&lt;br /&gt;Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti udara... kasih yang engkau berikan&lt;br /&gt;Tak mampu ku membalas...ibu...ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu&lt;br /&gt;Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu&lt;br /&gt;Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku&lt;br /&gt;Dengan apa membalas...ibu...ibu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111093991109974000?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111093991109974000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111093991109974000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111093991109974000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111093991109974000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/ibu.html' title='Ibu'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111093972904850639</id><published>2005-03-16T09:19:00.000+07:00</published><updated>2005-03-16T09:22:09.050+07:00</updated><title type='text'>SURAT BUAT WAKIL RAKYAT</title><content type='html'>untukmu yang duduk sambil diskusi&lt;br /&gt;untukmu yang biasa bersafari&lt;br /&gt;di sana, di gedung DPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wakil rakyat kumpulan orang hebat&lt;br /&gt;bukan kumpulan teman teman dekat&lt;br /&gt;apalagi sanak famili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hati dan lidahmu kami berharap&lt;br /&gt;suara kami tolong dengar lalu sampaikan&lt;br /&gt;jangan ragu jangan takut karang menghadang&lt;br /&gt;bicaralah yang lantang jangan hanya diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kantong safarimu kami titipkan&lt;br /&gt;masa depan kami dan negeri ini&lt;br /&gt;dari Sabang sampai Merauke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara dipilih bukan dilotre&lt;br /&gt;meski kami tak kenal siapa saudara&lt;br /&gt;kami tak sudi para juara&lt;br /&gt;juara diam, juara he'eh, juara ha ha ha......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wakil rakyat seharusnya merakyat&lt;br /&gt;jangan tidur waktu sidang soal rakyat&lt;br /&gt;jangan tidur waktu sidang soal rakyat&lt;br /&gt;wakil rakyat bukan paduan suara&lt;br /&gt;hanya tahu nyanyian lagu "setuju......"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111093972904850639?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111093972904850639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111093972904850639' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111093972904850639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111093972904850639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/surat-buat-wakil-rakyat.html' title='SURAT BUAT WAKIL RAKYAT'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111093943494310731</id><published>2005-03-16T09:11:00.000+07:00</published><updated>2005-03-16T09:17:14.946+07:00</updated><title type='text'>SUMBANG</title><content type='html'>kuatnya belenggu besi&lt;br /&gt;mengikat kedua kaki&lt;br /&gt;tajamnya ujung belati&lt;br /&gt;menujam di ulu hati&lt;br /&gt;sanggupkah tak akan lari walau akhirnya&lt;br /&gt;pasti mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kepala tanpa baja&lt;br /&gt;ditangan tanpa senjata&lt;br /&gt;akh itu soal biasa yang&lt;br /&gt;singgah di depan mata kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lusuhnya kain bendera dihalaman rumah kita&lt;br /&gt;bukan satu alasan untuk kita tinggalkan&lt;br /&gt;banyaknya persoalan yang datang tak&lt;br /&gt;kenal kasian menyerang dalam gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memburu kala haru dengan&lt;br /&gt;cara main kayu&lt;br /&gt;tinggalkan bekas biru lalu&lt;br /&gt;pergi tanpa ragu&lt;br /&gt;setan-setan politik kan datang mencekik&lt;br /&gt;walau dimasa pacekik tetap mencekik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah slamanya politik itu kejam?&lt;br /&gt;apakah selamanya dia datang'tuk menghantam?&lt;br /&gt;ataukah memang itu yang sudah digariskan?&lt;br /&gt;menjilat, menghasut, menindas&lt;br /&gt;memperkosa hak-hak sewajarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maling teriak maling sembunyi balik&lt;br /&gt;dinding pengecut lari terkencing-kencing&lt;br /&gt;tikam dari belakang lawan lengah&lt;br /&gt;diterjang lalu sibuk mencari kambing&lt;br /&gt;hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selusin kepala tak berdosa&lt;br /&gt;berteriak hingga serak didalam ngeri&lt;br /&gt;yang congkak lalu senang dalang&lt;br /&gt;tertawa...he...he...he...he...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111093943494310731?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111093943494310731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111093943494310731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111093943494310731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111093943494310731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/sumbang.html' title='SUMBANG'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111035364707920913</id><published>2005-03-09T14:31:00.000+07:00</published><updated>2005-03-09T14:34:07.083+07:00</updated><title type='text'>Makna Kata / Kalimat</title><content type='html'>Saw merupakan singkatan dari Shallallahu `alaihi Wa Sallam,sebuah lafaz yang disunnahkan keada kita untuk mengucapkannya ketika menyebut nama Rasulullah SAW. Artinya adalah semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepadanya.&lt;br /&gt;Perintah untuk bershalawat kjepada Rasulullah SAW merupakan perintah dari Al-Quran yaitu “ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .”(QS. Al-ahzab : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As biasa digunakan untuk menyingkat lafaz Alaihis Salam yang bermakna Semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya. Ungkapan ini biasanya diberikan kepada para nabi dan Rasul termasuk juga para malaikat.&lt;br /&gt;“ Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.”(QS. Ash-Shaffaat : 181)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ra biasa digunakan untuk menyingkat lafaz Radhiyallahu `anhu/`anha / `anhum. Lafaz ini juga merupakan ungkapan dan doa yang disematkan kepada para shahabat Rasulullah SAW. Maknanya adalah Semoga Allah meredhainya. Bila kata terakhirnya `anhu maka dhamirnya untuk dia satu orang laki-laki. Bila kata terakhirnya `anhum maka dhamirnya mereka (jama`) dan bila kata teakhirnya `anha maka dhamirnya untuk dia seorang wanita.&lt;br /&gt;“ Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”(QS. At-Taubah : 100)&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat .”(QS. Al-Fath : 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azza wa Jalla dan Jalla Jalaluhu adalah dua ungkapan yang disematkan pada lafaz Allah selain Ta`ala. Lafaz `Azza makanya adalah yang Maha Aziz atau Perkasa. Sedangkan lafaz Jalla maknanya adalah Agung.&lt;br /&gt;“ ... maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. Al-Baqarah : 209)&lt;br /&gt;“ Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran / keagungan dan kemuliaan.”(QS. Ar-Rahman : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naudzubillahi mindzalik adalah ungkapan meminta perlindungan kepada Allah dari bahaya atau madharat sesuatu hal. “... maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS. Al-Mu`min : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshowab adalah uangkapan untuk menyatakan bahwa kita mengembalikan kebenaran itu hanya kepada Allah. Makna lafaz itu adalah Dan hanya Allah saja lah yang lebih mengetahui kebenarannya.&lt;br /&gt;“ ... dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.”(QS. Yusuf : 76)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazzakumullah Khoiran Katsiro maknanya adalah Semoga Allah memberikan balasan kepada Anda yang lebih baik dan lebih banyak. Ungkapan ini adalah bentuk doa dan sekaligus rasa sykur kepada manusia yang telah berjasa kepada kita. Ungkapan ini lebih sempuirna dari sekedar mengucapkan kalimat terima kasih. Karena didalamnya selain ungkapan terima kasih juga ada doa untuk memberikan yang lebih baik dan lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;“ Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan.”(QS. Al-Kahfi : 44)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111035364707920913?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111035364707920913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111035364707920913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111035364707920913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111035364707920913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/makna-kata-kalimat.html' title='Makna Kata / Kalimat'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111035100454516847</id><published>2005-03-09T13:44:00.000+07:00</published><updated>2005-03-09T13:50:04.550+07:00</updated><title type='text'>Karakteristik ( muwashofat ) pemimpin</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Beraqidah yang bersih dari syirik, khurafat, tahayyul serta percaya atau menggantungkan diri kepada jin, syetan dan dukun. Juga penganun mazhab ahli sunnah wal jamaah yang tekun dengan manhaj salafus shalih.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimal dia seorang muslim yang baik, tidak pernah tinggal shalat wajib 5 waktu, tidak pernah tinggalkan puasa Ramadhan, tidak pernah lupa atau pura-pura lupa bayar zakat dan pernah pergi haji bila mampu.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fasih membaca Al-Quran Al-Karim dan tahu bahwa Al-Quran Al-Karim adalah sumber dari segala sumber hukum. Sehingga tidak ada hukum baginya kecuali yang berdasarkan Al-Quran Al-Karim. Maka setiap masalah selalu dirujuknya kepada kitab dari Allah SWT ini.&lt;br /&gt;Kalau pemimpin negara ini baca Al-Quran Al-Karim saja tidak becus, maka kita harus sadar bahwa kiamat sudah dekat. Jadi bukan sekedar senyum-senyum membuka MTQ.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahu batas halal dan haram yang bentuknya adalah penerapan dalam diri, keluarga dan lingkungannya. Sehingga degnan mudah dia bisa membedakan mana praktek haram dan mana halal.&lt;br /&gt;Untuk itu dia harus dekat dengan para ulama bukan untuk meminjam lidah mereka demi kepentingan pribadinya, melainkan untuk duduk bersimpuh mengaji dan belajar syariat Islam secara seksama.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak pernah mencuri, berzina, minum khamar, berjudi, menipu rakyat, makan uang negara, manipulasi, korupsi, kolusi dan tidak makan uang riba. Karena itu dia tidak punya account di bank ribawi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menegakkan selalu amar makruh dan nahi mungkar dalam setiap kesempatan. Sebab sebagai penguasa, di tangannya ada kekuatan. Bila tidak dimanfaatkannya untuk amar makruf nahi mungkar, maka dia harus bertanggung-jawab di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siap menerima teguran kapan dan dimana saja, tidak pura-pura pergi dinas atau malah shopping keluar negeri bila ada masalah yang menuntut penangan yang cepat. Juga tidak mengorbankan anak buah bila menghadapi masalah, tetapi secara jantan berani menyatakan mundur sebab itu menunjukkan bahwa dirinya masih punya urat malu. Tidak seperti gaya para pemimpin yang ada di sekeliling kita sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menggunakan fasilitas negara untuk masalah yang bersifat pribadi atau pun kepentingan di luar negara secara langsung. Sebab semua fasilitas negara itu adalah amanat yang harus dipertanggung-jawabkan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak akan makan atau mengisi perutnya sebelum yakin bahwa semua rakyatnya sudah makan. Tidak pernah berani tidur malam hari sebelum yakin rakyatnya tentram dan sejahtera. Dan tidak enak-enakan berpesta sebelum anak yatim terjamin masa depannya atau pun fakir miskin punya sumber rezeki yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cinta kepada ilmu pengetahuan dan menggratiskan semua bentuk sekolah dan fasilitas pendidikan. Tidak ada istilah sekolah atau kuliah itu bayar, yang ada justru para siswa dan mahasiswa itu dibayar oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menjual aset negara ini kepada pihak asing, sebab negeri ini sudah demikian kaya dan sebenarnya berlimpah dengan uang. Semua demi kepentingan anak bangsanya, bukan demi kepentingan penguasanya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap adil kepada semua pemeluk agama dan memberikan jaminan dan hak-hak mereka untuk bisa hidup dengan damai di bawah jaminan dirinya. Tetapi bersikap tegas bila terjadi kecurangan dan pelanggaran antara sesama pemeluk agama.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak turun dari jabatannya sebelum menghukum semua koruptor baik di masa lalu maupun di masa jabatannya. Sebab membiarkan koruptor berkeliaran sama saja memberikan izin syetan untuk berpesta. Dan sama saja dengan kita tidak punya negara.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak memberikan ruang gerak sedikitpun kepada para penjahat, maling, rampok untuk bisa melakukan aksinya kembali sebelum dipotong tangannya sesuai dengan syariat Islam. Demikian juga dengan para pezina, peminum khamar dan pembunuh. Meski yang melakukannya adalah anak kandungnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memanfaatkan jabatannya ini untuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan untuk cari kekayaan baik buat diri, keluarga atau kroni.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bercita-cita untuk bisa mati dalam keadaan syahid. Karena itu satu-satunya pilihan&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111035100454516847?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111035100454516847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111035100454516847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111035100454516847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111035100454516847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/karakteristik-muwashofat-pemimpin.html' title='Karakteristik ( muwashofat ) pemimpin'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-111035452546369186</id><published>2005-03-03T07:47:00.000+07:00</published><updated>2005-03-09T14:48:45.466+07:00</updated><title type='text'>Ulang Tahun</title><content type='html'>Ulang tahun kelahiran seseorang sesungguhnya tidak pernah disunnahkan untuk dirayakan dalam syariat. Karena itu hukumnya tidak pernah sampai kepada sunnah apalagi wajib. Kalau pun didasarkan pada tradisi, maka paling tinggi hukumnya mubah. Namun bila memberatkan bahkan menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat maka hukumnya bisa jadi maruh bahkan bisa saja sampai pada haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang tidak ada anjuran, maka sikap kita yang utama adalah tidak menghidup-hidupkannya. Agar tidak menjadi tradisi yang pada gilirannya dianggap sebagai suatu keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan berarti mutlak tidak boleh merayakannya. Sebagai sebuah kasus tersendiri, tidak ada larangan juga untuk melakukannya selama cara dan tujuannya memang selaras dengan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan memberi hadiah atau bertukar hadiah, jelas ada perintahnya. Hanya saja momentumnya memang tidak harus saat ultah. Sifatnya mutlak dan bebas, kapan saja. Bahkan kalau bisa, justru pada saat teman/saudara kita itu membutuhkan. Jadi bukan harus pada saat hari lahir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-111035452546369186?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/111035452546369186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=111035452546369186' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111035452546369186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/111035452546369186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2005/03/ulang-tahun.html' title='Ulang Tahun'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110419997488684457</id><published>2004-12-28T08:46:00.000+07:00</published><updated>2004-12-28T09:12:54.886+07:00</updated><title type='text'>Untuk kita renungkan ( Indonesia Berduka)</title><content type='html'>&lt;em&gt;Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih&lt;br /&gt;Suci lahir dan di dalam batin&lt;br /&gt;Tegaklah ke dalam sebelum bicara&lt;br /&gt;Singkirkan debu yang masih melekat 2x&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anugerah dan bencana adalah kehendakNya&lt;br /&gt;Kita mesti tabah menjalani&lt;br /&gt;Hanya cambuk kecil agar kita sadar&lt;br /&gt;Adalah Dia di atas segalanya 2x&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anak menjerit-jerit, asap panas membakar&lt;br /&gt;Lahar dan badai menyapu bersih&lt;br /&gt;Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat&lt;br /&gt;Bahwa kita mesti banyak berbenah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Memang, bila kita kaji lebih jauh&lt;br /&gt;Dalam kekalutan, masih banyak tangan&lt;br /&gt;Yang tega berbuat nista... oh&lt;br /&gt;Tuhan pasti telah memperhitungkan&lt;br /&gt;Amal dan dosa yang telah kita perbuat&lt;br /&gt;Kemanakah lagi kita kan sembunyi&lt;br /&gt;Hanya kepadaNya kita kembali&lt;br /&gt;Tak ada yang bakal bisa menjawab&lt;br /&gt;Mari, hanya tunduk sujud padaNya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kita mesti berjuang memerangi diri&lt;br /&gt;Bercermin dan banyaklah bercermin&lt;br /&gt;Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini&lt;br /&gt;Berusahalah agar Dia tersenyum... oh&lt;br /&gt;Berubahlah agar Dia tersenyum&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak sekali peringatan agar kita mengingat kembali hakikat kita diciptakan.&lt;br /&gt;Dari kecelakaan pesawat beruntun dalam satu hari, jatuhnya heli beruntun, gempa bumi di Alor, gempa bumi di Nabire, dan terakhir Gempa bumi disertai gelombang tsunami di Nangroe Aceh Darussalam, sumatera Utara, dan Nusa tenggara barat.&lt;br /&gt;Betapa selama ini mungkin kita terlena dan sedikit berkutat pada kesalahan yang sama. Budaya korupsi dimana-mana dan merajalela sampai merasuki berbagai lapisan struktur masyarakat.&lt;br /&gt;Dan sudah bukan barang tabu lagi bahwa bantuan bencanapun bisa "disunat".&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya pribadi mencoba mengingatkan kepada pengambil kebijakan di negri ini, terutama di daerah bencana, &lt;strong&gt;JANGAN COBA-COBA MEMBUAT MARK UP DALAM PENYALURAN BANTUAN BENCANA.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Betapa di negri ini, proyek mercusuar lebih di prioritaskan. Terlihat indah dan terang diatas, tetapi tidak menghujam ke dalam ke lapisan masyarakat bawah yang notabene merupakan bagian terbesar masyarakat kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wahai presiden kami yang baru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kamu harus dengar suara ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;suara yang berasal dari dalam goa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;goa yang penuh lumut kebosanan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110419997488684457?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110419997488684457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110419997488684457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110419997488684457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110419997488684457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/untuk-kita-renungkan-indonesia-berduka.html' title='Untuk kita renungkan ( Indonesia Berduka)'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110353055140298322</id><published>2004-12-20T15:11:00.000+07:00</published><updated>2004-12-20T15:15:51.403+07:00</updated><title type='text'>PERJALANAN GERAKAN DAKWAH PEMUDA</title><content type='html'>PEMUDA adalah sosok manusia yang banyak berperan dalam proses perubahan umat. Sejarah mencatat tentang kisah “Pemuda Penguni Gua” (Ashab al Kahfi) yang bertahan dalam lingkungan jahiliyah, atau pemuda Ibrahim yang menantang tirani Raja Namrud. Tak ketinggalan pula kisah pemuda martir yang mengawali episoda pembantaian di parit membara (Ashab al Ukhdud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Ashab al Kahfi (The Companions of the Cave):&lt;br /&gt;-         Pemuda yang mengharap RAHMAT (ar Rahmah) dan PETUNJUK (al Huda) Allah (Al Kahfi: 10)&lt;br /&gt;-         Pemuda yang BERIMAN (al Iman), mendapat PETUNJUK (al Huda), dan TEGUH pendirian (Al Kahfi: 13 -1 4)&lt;br /&gt;-         Mereka tinggal di gua 309 tahun lamanya (Al Kahfi: 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Ashab al Ukhdud (The Makers of the Pit of Fire):&lt;br /&gt;-         Ujian bagi kaum BERIMAN akan berbuah KEBERUNTUNGAN BESAR (Al Buruj: 11)&lt;br /&gt;-         Balasan bagi kaum yang MEMFITNAH (dan menyiksa) orang-orang beriman ialah azab JAHANAM yang MEMBAKAR (Al Buruj: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pemuda Ibrahim (The Youngperson of Right Conduct):&lt;br /&gt;-         Anak muda yang mendapat hidayah kebenaran (Ar Rusyd), lalu menentang kemusyrikan dan kejahiliyahan umatnya, serta tabah menghadapi ujian (Al Anbiya: 51)&lt;br /&gt;-         Mendapat keturunan orang-orang yang Shalih (Al Anbiya: 72). Pentingnya proses kaderisasi dan regenerasi.&lt;br /&gt;-         Generasi PEMIMPIN (A’immah) yang mendapat PETUNJUK dan menjalankan tugas: mengerjakan KEBAJIKAN (al Khairat), mendirikan SHALAT, menunaikan ZAKAT, serta MENYEMBAH Allah semata (Al Anbiya: 73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesamaan karakter pemuda dari zaman ke zaman:&lt;br /&gt;-         Bersemangat menegakkan kebenaran&lt;br /&gt;-         Sanggup memelihara kebersihan jiwa&lt;br /&gt;-         Berani membela kepentingan umum&lt;br /&gt;-         Bertekad mengubah lingkungan&lt;br /&gt;-         Siap berkorban jiwa dan raga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter itu kemudian diterjemahkan menjadi Kriteria Peserta Tarbiyah (Muwashafat Tarbiyah) yang berkelanjutan:&lt;br /&gt;-         Lurus keyakinan hidupnya (Salim al Aqidah)&lt;br /&gt;-         Benar ibadahnya (Shahih al Ibadah)&lt;br /&gt;-         Mantap kepribadiannya (Matin al Khuluq)&lt;br /&gt;-         Mampu dalam pekerjaan (Qadirun ala al Kasb)&lt;br /&gt;-         Luas wawasan berpikirnya (Mutsaqqaf al Fikr)&lt;br /&gt;-         Kuat jasmaninya (Qawiy al Jism)&lt;br /&gt;-         Menjaga kebersihan diri (Mujahidun li Nafsihi)&lt;br /&gt;-         Tertib dalam urusan hidup (Munazh-zham fi Syu’unihi)&lt;br /&gt;-         Disiplin waktu (Haritsun ala Waqtihi)&lt;br /&gt;-         Produktif dan konstruktif bagi lingkungannya (Nafi’un li Ghairihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria tersebut diproyeksikan sebagai PROFIL KADER PK Sejahtera di masa depan (2009):&lt;br /&gt;-         Kokoh dan Mandiri&lt;br /&gt;-         Dinamis dan Kreatif&lt;br /&gt;-         Spesialis dan Berwawasan Global (Think Globally, Act Locally)&lt;br /&gt;-         Murabbi Produktif&lt;br /&gt;-         Beramal Jama’i&lt;br /&gt;-         Pelopor Perubahan&lt;br /&gt;-         Ketokohan Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas sejarah pemuda pada Pra-Kemerdekaan RI:&lt;br /&gt;-         Agus Salim: menolak disekolahkan Belanda, mempelajari bahasa asing secara otodidak, jago pidato dan diplomasi, salah seorang pendiri Syarikat Islam, gigih melawan penyebaran Komunisme (SI Merah dibawah pimpinan Semaun).&lt;br /&gt;-         Mohammad Hatta: tokoh pendidikan dan koperasi, taat beribadah meski di negeri asing, pendiri Perhimpunan “mahasiswa” Indonesia di Belanda, tokoh nasional yang bersahaja, sempat ingin mendirikan Partai Demokrasi Islam Indonesia di awal Orde Baru tapi dilarang Soeharto.&lt;br /&gt;-         Memelopori Soempah Pemoeda pada 28 Oktober 1928 yang membidani semangat nasionalisme baru Indonesia, sampai akhirnya mengobarkan perang kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang disebut sebagai “Revolusi Pemuda” oleh sejarawan Benedict Anderson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas sejarah pemuda pada Pasca-Kemerdekaan RI:&lt;br /&gt;-         Angkatan 1966, menumbangkan rezim Orde Lama yang otoriterian dibawah kepemimpinan Soekarno. Munculnya gerakan KAMI (Komite Aksi Mahasiswa Indonesia), KAPPI (Komite Aksi Pemuda Pelajar Indonesia), KASI (Komite Aksi Sarjana Indonesia), dan KAP Gestapu (Komite Aksi Pengganyangan Gerakan Tiga Puluh September 1965). Hingga lahirlah Orde Baru sebagai koreksi total terhadap Orde Lama dengan penyokong utama: mahasiswa, ABRI nasional, dan ormas Islam/Agamis. Tokohnya: Arief Rahman, Mar’ie Muhammad, Lukman Harun, Husnie Thamrin, Soe Hok Gie, Harry Tjan Silalahi, Cosmas Batubara, Akbar Tandjung, Adi Sasono.&lt;br /&gt;-         Peristiwa MALARI (Malapetaka 15 Januari) 1974, sebagai protes awal terhadap masuknya modal asing ke Indonesia, ditandai dengan kedatangan PM Jepang Kakuei Tanaka. Tokohnya: Hariman Siregar, Sjahrir, Arief Budiman, Soeripto, Marsilam Simanjuntak.&lt;br /&gt;-         Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda: PII, IPPNU, IRM, GPI, HMI, PMII, GMKI, PMKRI, GMNI, IMM, Gemsos. OKP formal bergabung dalam Kelompok Cipayung dimotori tokoh KNPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergolakan kaum muda di berbagai belahan dunia sepanjang Abad ke-20:&lt;br /&gt;-         Latar belakang berdirinya Universitas di Bologna, Paris, dan Oxford pada abad ke-12 dan ke-13. Semboyan mereka: “Gaudeamus Igitur, Juvenes Dum Sumus” (Kita Bergembira, Selagi Kita Muda). Atau dalam bahasa anak muda Angkatan 1966: “Buku, Pesta, dan Cinta”.&lt;br /&gt;-         “International Students Day” diperingati 17 November 1939, ketika serdadu Hitler Jerman menyerbu pertemuan mahasiswa di Praha, Cekoslowakia. Sembilan orang pemimpinan mahasiswa tewas dan Universitas Charles ditutup. Penyerbuan serupa terjadi di Brussel, Belgia tentara Jerman merusak kantor “Confederation International des Etudiants”.&lt;br /&gt;-         Pertemuan “The British National Union of Students” pada Maret 1945 di London, dihadiri 24 mahasiswa dari berbagai negara.&lt;br /&gt;-         Pertemuan lanjutan di London pada November 1945 diikuti 150 mahasiswa dari 38 negara, bersamaan dengan kongres pemuda “The Worls Federation of Democratic Youth” yang didominasi pemuda komunis.&lt;br /&gt;-         Kongres Mahasiswa Sedunia dilakukan pertama kali di Praha, Ceko pada 17 November 1946 hingga terbentuklah “International Union of Students”.&lt;br /&gt;-         Kongres kedua diadakan di Praha pada 22 Juni 1950, terjadi perpecahan sebagai buntut Perang Korea, sehingga 21 perwakilan mahasiswa Barat membentuk “The International Students Conference” di Stockholm, Swedia.&lt;br /&gt;-         Gerakan mahasiswa di Eropa: revolusi Hongaria 23 Oktober 1956, mahasiswa Portugal melawan diktator Salazar (1965), mahasiswa Perancis menentang Charles de Gaule (1968)&lt;br /&gt;-         Gerakan mahasiswa di Amerika Latin: revolusi 1 Januari 1959 menjatuhkan Fulgencio Batista dipimpin Fidel Castro dan Che Guevara&lt;br /&gt;-         Gerakan mahasiswa di Afrika: revolusi 1 November 1954 melawan Perancis, Jenderal Ibrahim Abboud turun pada Oktober 1964, Raja Hassan II menghadapi tantangan mahasiswa beraliran kiri&lt;br /&gt;-         Gerakan mahasiswa di Asia: revolusi Iran 1979, mahasiswa Irak melengserkan PM Karim Kassem pada 8 Februari 1963, Ferdinand Marcos terguling pada 1986 setelah terbunuhnya Benigno Aquino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas sejarah Gerakan Pemuda Kontemporer:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Angkatan 1980-an: bermunculan kelompok diskusi/studi (Palagan, Theosofi, KDUI/Salemba) dan aksi mahasiswa jalanan, seperti kasus Cimacan, Kedung Ombo, Pijar, Aldera hingga akhirnya membentuk PRD.&lt;br /&gt;-         Angkatan 1998: KAMMI, HAMMAS, Forkot, FKSMJ, Kamurri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas sejarah Dakwah Pemuda Kontemporer:&lt;br /&gt;-         Bermula dari Masjid Kampus (Salman ITB, Salahuddin UGM, Arief Rahman Hakim UI Salemba), lalu berkembang menjadi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) pada 1987. Kegiatan Ramadlan di Kampus (RdK) berkembang menjadi Mentoring Agama Islam bagi mahasiswa baru, hingga Latihan Mujahid Dakwah (LMD).&lt;br /&gt;-         Perkenalan dengan pemikiran dakwah internasional: Ikhwanul Muslimin dari Mesir lewat IIFSO dan WAMY. Pelopornya adalah Imaduddin Abdulrahim (dosen ITB). Lalu diikuti gerakan lain: Hizbut Tahrir dari Yordania, Salafiyah dari Saudi Arabia, Jamaah Tabligh dari Pakistan.&lt;br /&gt;-         Tak ketinggalan pengaruh negatif: Inkar Sunnah (ajaran Isa Bugis), Islam Jamaah, Ahmadiyah Qadiyani, Syiah Imamiyah.&lt;br /&gt;-         Tantangan dakwah kontemporer, berkembang pesatnya Islam Liberal dengan lokomotif Jaringan Islam Liberal (JIL) di kalangan NU tradisional dan Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) di kalangan Muhammadiyah yang modern. Sementara itu kecenderungan militansi Islam dicap Fundamentalisme, bahkan Terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Hassan Alk Banna: “Jangan bangga dengan mengatakan: ‘Siapa bapakku’, tapi banggalah dengan apa yang engkau kerjakan saat ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 19 Desember 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUJUKAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPP Partai Keadilan Sejahtera, Departemen Kaderisasi, “Manajemen Tarbiyah Anggota Pemula”, 2003&lt;br /&gt;------------------------------------, “Profil Kader Partai Keadilan Sejahtera”, 2004&lt;br /&gt;Andi Rahmat dan Muhammad Najib, “Gerakan Perlawanan dari Masjid Kampus”, 2001&lt;br /&gt;Mahfudz Sidiq, “KAMMI dan Pergulatan Reformasi”, 2003&lt;br /&gt;Alwi Alatas dan Fitrida Desliyanti, “Revolusi Jilbab: Kasus Pelarangan Jilbab di SMA Negeri se-Jabotabek, 1982 – 1991”, 2002&lt;br /&gt;Yozar Anwar, “Pergolakan Mahasiswa Abad ke-20”, 1981&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110353055140298322?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110353055140298322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110353055140298322' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110353055140298322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110353055140298322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/perjalanan-gerakan-dakwah-pemuda.html' title='PERJALANAN GERAKAN DAKWAH PEMUDA'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110300645131053073</id><published>2004-12-14T13:35:00.000+07:00</published><updated>2004-12-14T13:40:51.310+07:00</updated><title type='text'>Daftar milis lowongan pekerjaan, dari Galuh Fasilkom UI 2000</title><content type='html'>cara subscribe :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis e-mail kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To : &lt;a href="http://us.f409.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=nama_milis-subscribe@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;nama_milis-subscribe@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Subject : --kosongin aja--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi surat : --kosongin aja--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Contoh : mau daftar ke vacancy@yahoogroups .com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To : &lt;a href="http://us.f409.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=vacancy-subscribe@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;vacancy-subscribe@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;subject : --kosong--&lt;br /&gt; Isi Surat : --kosong--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu tunggu konfirmasi dari milis yang ingin kita ikuti dan tinggal ikuti petunjuk-petunjuk yang ada, dan akhirnya selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini daftarnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:b_i_n_u_s_i_a_n@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;b_i_n_u_s_i_a_n@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:binus_it98@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;binus_it98@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:bmpan@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;bmpan@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:bursa-lowongan@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;bursa-lowongan@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:bursa1t@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;bursa1t@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:bursakarir@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;bursakarir@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:chambereducation@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;chambereducation@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:duniakerja@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;duniakerja@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:executive_jobs@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;executive_jobs@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:hitech-jobs@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;hitech-jobs@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:inctppi@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;inctppi@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:indonesiavacancy@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;indonesiavacancy@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:info_lowongan_kerja@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;info_lowongan_kerja@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:it-batam@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;it-batam@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:it-center@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;it-center@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:it-work@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;it-work@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:it_centre@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;it_centre@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:it_partners@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;it_partners@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:jabodetabek_zone-@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;jabodetabek_zone-@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:job-indonesia@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;job-indonesia@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:jobfair@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;jobfair@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:lowongan-it@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;lowongan-it@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:lowongan-kerja@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;lowongan-kerja@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:lowongankerja@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;lowongankerja@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:outsource-indosat@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;outsource-indosat@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:teknik_komputer@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;teknik_komputer@yahoogroups.com&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://us.f409.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=vacancy@yahoogroups.com" target="_blank"&gt;vacancy@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110300645131053073?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110300645131053073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110300645131053073' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110300645131053073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110300645131053073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/daftar-milis-lowongan-pekerjaan-dari.html' title='Daftar milis lowongan pekerjaan, dari Galuh Fasilkom UI 2000'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110299107279370509</id><published>2004-12-14T09:22:00.000+07:00</published><updated>2004-12-14T09:24:32.793+07:00</updated><title type='text'>Budaya itu...</title><content type='html'>dalam sebuah pepatah arab:&lt;br /&gt;"at-tarikhu yu-idu nafsahu", sejarah akan mengulangi &lt;br /&gt;dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah perkembangan negara-negara berkembang...&lt;br /&gt;Ketika sistem politik sudah mapan, grass root menjadi &lt;br /&gt;tidak bergolak lagi sehingga gerakan yang masih &lt;br /&gt;mengandalkan kekuatan aksi massa ekstraparlemen menjadi &lt;br /&gt;kehilangan efektivitasnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah pula kita melihat, ketika kondisi tersebut &lt;br /&gt;berlangsung, gerakan mahasiswa "menggeser" gerakannya dari &lt;br /&gt;gerakan ekstraparlementer menjadi gerakan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia... hal itu juga terasa, angkatan yang &lt;br /&gt;berorientasi pada politik memang lebih terkenal pada &lt;br /&gt;masanya dan terdengar "heroik".&lt;br /&gt;Namun, angkatan yang berorientasi pada intelektual menjadi &lt;br /&gt;lebih berbobot di kemudian hari, walaupun pada masanya &lt;br /&gt;mereka tidak begitu terdengar se-heroik mereka yang &lt;br /&gt;bergerak di wilayah politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... sekedar berbagi, menurut Saya, sudah saatnya bagi &lt;br /&gt;kita berlatih diri untuk memberikan SOLUSI tidak lagi &lt;br /&gt;sebatas memberikan kata TOLAK terhadap realita yang tidak &lt;br /&gt;sesuai dengan idealita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sistem politik, partai politik, dan peran &lt;br /&gt;parlemen sudah beranjak mapan, maka mahasiswa (baca: kita) &lt;br /&gt;sudah harus mulai berlatih untuk membuat second opinion, &lt;br /&gt;dibantu dengan data-data dari berbagai LSM, dan &lt;br /&gt;sebagainya, termasuk dalam hal menganalisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second opinion tidak hanya bermanfaat untuk bapak-ibu &lt;br /&gt;anggota parlemen yang memperjuangkan keadilan, untuk &lt;br /&gt;dijadikan amunisi untuk ditembakkan kepada lawan-lawannya. &lt;br /&gt;Namun juga bermanfaat untuk diri kita sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang butuh waktu...&lt;br /&gt;Secara klasik kita menyebutnya: P-R-O-S-E-S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan menghidupkan kembali diskusi-diskusi dan &lt;br /&gt;menulis, baik tatap muka, maupun di dunia maya...&lt;br /&gt;ga usah muluk-muluk: yang sistematis-lah, yang &lt;br /&gt;berbobot-lah, mulai saja dulu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting budayanya sudah tumbuh dan hidup..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu yang dilakukan UGM sejak beberapa tahun lalu,&lt;br /&gt;memang mereka banyak mendapat kritik, namun ... kelak &lt;br /&gt;model semacam itu akan terasa manfa'atnya seiring &lt;br /&gt;kesadaran mahasiswa akan peran yang paling tepat  di era &lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah gerakan intelektual bermula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak-anak KAMMI menyebutnya Intelektual Profetik alias &lt;br /&gt;Intelektual berbasis risalah kenabian, alias lagi: islami&lt;br /&gt;            dari Arya&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110299107279370509?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110299107279370509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110299107279370509' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110299107279370509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110299107279370509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/budaya-itu.html' title='Budaya itu...'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110292436920771615</id><published>2004-12-13T14:51:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T14:52:49.206+07:00</updated><title type='text'>Download Hadits, Quran, dan Shiroh</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.divineislam.co.uk/DivineIslam/Downloads/"&gt;http://www.divineislam.co.uk/DivineIslam/Downloads/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110292436920771615?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110292436920771615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110292436920771615' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292436920771615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292436920771615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/download-hadits-quran-dan-shiroh.html' title='Download Hadits, Quran, dan Shiroh'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110292282053899966</id><published>2004-12-13T14:25:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T14:27:00.536+07:00</updated><title type='text'>Download Quran dan Hadits</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.islamasoft.co.uk/downloads.html"&gt;http://www.islamasoft.co.uk/downloads.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110292282053899966?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110292282053899966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110292282053899966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292282053899966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292282053899966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/download-quran-dan-hadits.html' title='Download Quran dan Hadits'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110292269764062333</id><published>2004-12-13T14:23:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T14:24:57.640+07:00</updated><title type='text'>Site Unit kegiatan Mahasiswa Salam UI</title><content type='html'>&lt;a href="http://salamui.org/"&gt;http://salamui.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110292269764062333?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110292269764062333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110292269764062333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292269764062333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292269764062333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/site-unit-kegiatan-mahasiswa-salam-ui.html' title='Site Unit kegiatan Mahasiswa Salam UI'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110292258582095306</id><published>2004-12-13T14:20:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T14:23:05.820+07:00</updated><title type='text'>Download Hadits</title><content type='html'>Bagi yang mau download hadits dalam bahasa inggris, antara lain hadits Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, klik&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/reference/searchhadith.html"&gt;http://www.usc.edu/dept/MSA/reference/searchhadith.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110292258582095306?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110292258582095306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110292258582095306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292258582095306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292258582095306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/download-hadits.html' title='Download Hadits'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110292239166819619</id><published>2004-12-13T14:11:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T14:19:51.670+07:00</updated><title type='text'>Jurnal Statistik dan Matematik</title><content type='html'>Bagi yang mau cari jurnal matematik dan statistik yang mudah, bisa membuka&lt;br /&gt;&lt;a href="http://epubs.siam.org/"&gt;http://epubs.siam.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga membuka&lt;br /&gt;&lt;a href="http://site.ebrary.com/lib/indonesiau/"&gt;http://site.ebrary.com/lib/indonesiau/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dengan user name: indonesiau, sedangkan passwordnya: 33ms9d&lt;br /&gt;Tolong dijaga user namenya dan passwordnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110292239166819619?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110292239166819619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110292239166819619' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292239166819619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110292239166819619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/jurnal-statistik-dan-matematik.html' title='Jurnal Statistik dan Matematik'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110258388257931135</id><published>2004-12-09T16:53:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T15:15:41.656+07:00</updated><title type='text'>Update Evaluasi Paruh Tahun Salam UI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadwal Evaluasi Paruh Tahun Salam UI diubah dari tanggal 24-25 Desember 2004 menjadi tanggal 17-18 Desember 2004 hari sabtu dan ahad. Berlangsung pukul 08.00-18.00 wib tiap harinya di aula lantai 2 Masjid UI Depok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berkaitan itu pula maka deadline pengumpulan laporan ept yaitu hari rabu,15 Desember 2004 pukul 18.00 wib di sekret Salam melalui Ahmad Hidayatullah. Laporan berupa soft copy dalam sebuah disket atau flash disk dan hard copy sebanyak 24 eksemplar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kepada Kadep/Kabir dan korwatnya(bagi yang punya), harap hadir penuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketelatan dan lain sebagainya harap ijin ke Ahmad Hidayatullah. Harus bicara langsung atau lewat telpon. Tidak merespons sms.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Harap menjadi perhatian bagi semuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perekat Ukhuwah, Penebar Da'wah, Pelayan Umat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salam On Seven.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110258388257931135?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110258388257931135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110258388257931135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110258388257931135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110258388257931135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/update-evaluasi-paruh-tahun-salam-ui.html' title='Update Evaluasi Paruh Tahun Salam UI'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110249613661668797</id><published>2004-12-08T16:52:00.000+07:00</published><updated>2004-12-08T15:55:36.616+07:00</updated><title type='text'>Logo Salam UI</title><content type='html'>&lt;a href="http://thumb0.webshots.com/t/12/13/3/70/80/229137080bvxwZj_th.jpg"&gt;http://thumb0.webshots.com/t/12/13/3/70/80/229137080bvxwZj_th.jpg&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110249613661668797?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110249613661668797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110249613661668797' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110249613661668797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110249613661668797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/logo-salam-ui.html' title='Logo Salam UI'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110203862000687051</id><published>2004-12-03T08:25:00.000+07:00</published><updated>2004-12-03T08:50:20.006+07:00</updated><title type='text'>Keluarga Math UI 2000</title><content type='html'>&lt;a href="http://thumb1.webshots.com/t/30/31/7/8/61/226270861LoPFEo_th.jpg"&gt;http://thumb1.webshots.com/t/30/31/7/8/61/226270861LoPFEo_th.jpg&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110203862000687051?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110203862000687051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110203862000687051' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110203862000687051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110203862000687051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/12/keluarga-math-ui-2000.html' title='Keluarga Math UI 2000'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9330964.post-110145894879160899</id><published>2004-11-26T16:28:00.000+07:00</published><updated>2004-11-29T14:55:02.640+07:00</updated><title type='text'>Mensiasati Turun Naiknya Keimanan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Agar iman tetap terjaga maka iman itu perlu dirawat dengan baik. Agar dia menjadi sehat dan kuat. Di antrara hal-hal yang perlu dilakukan untuk merawat iman antara lain adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1.Iman perlu ditanamkan dengan cara yang benar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Agar iman tumbuh dengan baik, maka perlu ditanamkan dengan cara yang benar. Yaitu dengan pemahaman konsep laa ilaaha illallah yang murni dan konsekuen. Ilmu tentang keimanan yang benar sesuai dengan manhaj ahlussunnah wal jamaah dibutuhkan agar iman itu tertanam dengan mantap.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.(QS. Muhammad : 19) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;2. Iman perlu diperbaharui terus &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Rasulullah SAW telah bersabda bahwa iman itu kadang betambah dan kadang berkurang. Sehingga iman itu perlu terus ditambah. Baik dengan zikr, fikir, atau aktifitas lainnya yang bisa terus menambah iman.&lt;br /&gt;Tanpa adanya perbaikan iman, maka iman itu sedikit demi sedikit akan mengalami kegersangan. Karena itu dia perlu terus disirami dan dipupuk agar menjadi subur. Orang yang tidak pernah mau memperbaharui iman, bisa jadi tidak menyadari kemunduran imannya kecuali setelah iman itu telah lenyap. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;3. Iman perlu dijaga bersama dalam lingkungan yang baik &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Lingkungan tempat dimana kita hidup sangat besar dalam mempengaruhi iman kita. Karena itu dalam Islam kita mengenal konsep hijrah dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang. Tujuannya adalah agar iman yang sudah baik itu kemudian bercampur dengan lingkungan yang buruk yang hanya akan menodainya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri , malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?". Mereka menjawab : "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri ". Para malaikat berkata : "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu ?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,(QS. An-Nisa : 97)) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;4. Menjauhkan diri dari maksiat &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Kita tahu bahwa maksiat kecil namun bila dilakukan secara rutin dan berulang-ulang akan bisa merusak iman. Karena itu jangan biarkan maksiat kecil itu menggerogoti iman yang ada dalam dada. Jangan biarkan maksiat kecil itu menutupi cahaya hati kita dengan kegelapan, yang membuat kita tidak bisa lagi melihat cahaya.&lt;br /&gt;Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia .(QS. Thaha : 121) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;5.Selalu zikir dan ingat kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun , dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.(QS. Al-Hadid : 16) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;6. Doa agar ditetapkan iman &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Allah adalah tuhan yang menciptakan hati kita. Dia pula yang akan merubah hati kita dan membolak-balikkannya. Karena itu kita diperintahkan untuk minta ditetapkan hati ini agar selalu tetap berada di dalam jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi ".(QS. Ali Imran : 8) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;7. Banyak Membaca Al-Quran Al-Karim &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil .(QS. Al-furqan : 32)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/em&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;8. Memperbanyak ibrah dan mengambil pelajaran dari kisah orang terdahulu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dengan banyak mengkaji sejarah para nabi dan rasul serta kisah pada orang shaleh, maka kita akan mendapatkan ketenangan dan tambahan kemantapan hati. Karena pada kisah mereka memang telah Allah SWT masukkan pelajaran penting dan berguna. Setiap kali kita membuka kembali kisah mereka, kita pasti akan mendapatkan kekuatan batin yang akan mengawal perjalanan kita menuju kebenaran dan menjaga kita dari penyelewengan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.(QS. Huud : 120)&lt;br /&gt;Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.(QS. Yusuf : 112) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9330964-110145894879160899?l=rurisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/feeds/110145894879160899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9330964&amp;postID=110145894879160899' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110145894879160899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9330964/posts/default/110145894879160899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rurisetiawan.blogspot.com/2004/11/mensiasati-turun-naiknya-keimanan.html' title='Mensiasati Turun Naiknya Keimanan'/><author><name>Ruri Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17661697393693747440</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://photos.friendster.com/photos/39/67/11817693/7750622840847s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
